Supir Truk Ngambek, Harga Buah dan Sayur Melambung

PERSUASIF: Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi saat berdialog dengan para sopir di tengah JLS Pati, Kamis (19/6). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Ngambek atau mogok bareng sopir truk dengan melakukan unjuk rasa terkait larangan Zero Over Dimention-Overload (ODOL) di berbagai daerah berdampak pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok (bakepok) di pasaran. Tak terlecuali, Kabupaten Pemalang.

Pantauan Joglo Jateng, di Pasar Induk Buah dan Sayur Pemalang tampak sebagian besar pedagang keluhan kenaikan harga. Selain itu, keluhkan berkurangnya pasokan.

Salah satunya diungkapkan Erwin, pemilik lapak di pasar tersebut. Dia mengaku kesulitan mendapat pasokan sayur dari petani lantaran pengiriman mandeg. Kondisi ini sudah terjadi sejak Kamis (19/6), di mana demo para sopir truk menolak ODOL.

Menurutnya, kondisi ini sangat mungkin bukan hanya terjadi di Pemalang. Tetapi, hampir merata di seluruh daerah di Jawa Tengah.

“Naik ini harganya, tuh gak ada bongkaran, sopirnya pada demo. Jadi, stoknya tidak ada yang masuk ke pasar lenggang banget,” ujarnya.

LENGGANG: Aktivitas pedagang Pasar Induk Buah dan Sayur Pemalang saat terjadi aksi mogok para supir truk, Jumat pagi (20/6/2025). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

Suasana pasar pun tampak lengang. Tak terlihat kesibukan aktivitas bongkar muat sayur yang biasanya ramai dilakukan. Halaman kios pedagang sepi dari karung-karung sayuran.

Sementara itu, Bagus Hudi Laksono, pedagang sayur, juga merasakan hal serupa. Tak ada pasokan sayur memicu harga sayur naik dua kali lipat.

Pedagang-pedagang pun terpaksa menaikan harga lantaran stok sayur kini langka. Dia berharap segera ada titik temu dari persoalan larang Zero ODOL agar pasokan sayur ke pasar-pasar kembali normal.

“Pengirim-pengirim enggak ada yang mau ngirim barang. Katanya, malu sama teman-teman sesama sopir, mau ikut demo. Ini semua harga sayur dari wilayah selatan naik, yang tadinya Rp 4 ribu jadi Rp 8 ribu,” terangnya. (fan/amd)