Ia menjelaskan, untuk menjadi cagar budaya peringkat nasional, pengajuannya harus bertahap dari kabupaten/kota, provinsi, baru kemudian nasional. Jika memungkinkan, pengajuan itu akan dilanjutkan sampai tingkat dunia.
“Jika pemerintah daerah serius melestarikan alamnya, bukan tidak mungkin Situs Patiayam bisa jadi warisan dunia,” sebutnya.
Sementara itu, Petugas Museum Patiayam, Ari Mustakim, menjelaskan, saat ini Museum Patiayam punya koleksi 10 ribu fosil dan mayoritas ditemukan di wilayah Kudus yaitu di Desa Terban, Gondoharum, Klaling, dan Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo. Kemudian sebagian kecil di Pati, yaitu Banyuurip, Wangunrejo, Badegan, Sokobubuk, dan Sokokulon.
“Potensinya hampir sama, harus dikembangkan. Di Pati, Daerah Sudo (Desa Wangunrejo) ini banyak temuan fosil. Kemarin baru ditemukan dua fragmen gading dan kepala banteng di Kawasan Pati. Kemudian ada penemuan alat budaya juga,” bebernya. (lut/fat)










