FAJAR 2025 Dorong Sinergi Halal Value Chain di Jawa Tengah

SIMBOLIS: Penyatuan lampu obor menandakan pembukaan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2025 yang berlangsung pada 14-17 Agustus 2025. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) di Jawa Tengah melalui penyelenggaraan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2025. Salah satunya dari penyelenggaraan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2025 yang diselenggarakan di Queen City Mall pada 14-17 Agustus 2025. Agenda ini diawali dengan Opening Ceremony yang berlangsung di The Suri Ballroom Queen City Mall Semarang, Kamis (14/8/2025).

Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Pengembangan Halal Value Chain untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah”, acara ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk memperkuat rantai nilai halal dari hulu hingga hilir.

Acara dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Hebitren Indonesia Drs. K.H. Mohammad Hasib Wahab Hasbullah beserta seluruh pengurus DPW Hebitren Jateng dan DIY, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, dan Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin.

Hadir pula pimpinan pondok pesantren, perwakilan Kementerian Agama, OPD Pemprov Jateng, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), LPPOM MUI, BPJPH, BAZNAS Jateng, UIN Walisongo, lembaga zakat/wakaf, akademisi, asosiasi, pelaku UMKM syariah, dan masyarakat umum.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Jateng, Rahmat Dwisaputra menyampaikan bahwa FAJAR bukan sekadar acara seremonial. Melainkan momentum untuk menunjukkan capaian dan memperluas pengembangan ekonomi syariah di Provinsi Jawa Tengah.

BERKUNJUNG: Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra saat mencoba memahat kayu di salah satu stand FAJAR 2025 di Queen Mall Semarang. (LU’LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita semua tadi menyaksikan pelaksanaan seremonial FAJAR. Jadi FAJAR itu adalah selebrasi atas kegiatan pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah. Dan pada tahun ini temanya adalah sinergi ekonomi dan keuangan syariah melalui pengembangan halal value chain untuk memperkuat stabilitas dan kemandirian ekonomi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, konsep halal value chain di Jawa Tengah telah mencakup berbagai sektor strategis. Mulai dari makanan dan minuman, fashion, pembiayaan keuangan hingga pariwisata ramah muslim.

Pada sektor pangan, jaminan halal akan meliputi seluruh tahapan produksi. Dari penyembelihan hewan di Rumah Potong Hewan/Rumah Potong Unggas (RPH/RPU) bersertifikat, proses penggilingan hingga distribusi ke pedagang bakso maupun zona kuliner KHAS (Kuliner Halal, Aman, Sehat). Produk wastra seperti batik dan tenun juga telah mendapatkan sertifikasi halal, dan ke depan pengembangan akan merambah ke sektor furniture dan pariwisata.