Pati  

69 Korban Demo Pati Terima Bansos dari Dinsos Jateng

SUASANA: Demo Bupati Pati yang berujung ricuh, Rabu (13/8). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Demo Bupati Pati pada 13 Agustus 2025 berujung ricuh. Akibat kericuhan itu, puluhan orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah pun memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada korban demo. Bantuan ini kemudian dititipkan kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Pati.

“Itu sebenarnya bantuannya bukan dari Dinas Sosial Kabupaten Pati. Tidak ada anggaran untuk itu. Itu adalah titipan dari Dinas Sosial Jawa Tengah. Beliau minta data orang yang menjadi korban dan  diopname,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada DinsosP3AKB Pati, Tri Haryumi lewat sambungan telepon, Selasa (26/8/25).

Tri Haryumi menjelaskan, ada sebanyak 69 korban demo yang akan mendapatkan bantuan. Angka ini berdasarkan data korban demo yang sempat di rawat di rumah sakit dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati.

“Akhirnya minta data itu di DKK. Dikasihkan itu. Berjumlah 69 yang opname di rumah sakit akhirnya saya kirim di Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah terus dikasih sembako,” terangnya.

Ia menyebut bansos tersebut berupa beras, minyak, mie dan gula. Adapun penyerahan bantuan ini sudah dilakukan simbolis oleh Dinsos Jateng. Sedangkan sisanya akan segera pihaknya salurkan.

“Sekarang memang di kami. Artinya untuk mengambil bansosnya di kami. Karena dititipkan di dinas sosial kami untuk diserahkan. Yang simbolisnya sudah diserahkan kemarin 5 orang oleh provinsi Jawa Tengah. Sisanya disuruh menyerahkan sendiri,” ucapnya.

DinsosP3AKB Pati kemudian mengeluarkan surat tentang pengambilan bantuan korban bencana sosial. Surat ini ditunjukkan kepada sejumlah camat. Dalam surat itu, tertulis bantuan tersebut dapat diambil pada tanggal 26 Agustus 2025 sampai dengan tanggal 12 September 2025 di jam kerja.

“Dijadwalkan pokoknya diambil. Kalau kita nyerahkan satu per satu gak ada anggaranya. Untuk ke lokasi Cluwak 1 orang, karena saya dititipi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah saya kasih surat untuk diambil,” pungkasnya. (lut/fat)