Pati  

Sempat Dianggarkan Rp 12 M, Renovasi Masjid Agung Pati Dibatalkan

KONDISI: Aktivitas di depan Masjid Agung Baitunnur Pati yang batal direnovasi, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Rencana renovasi Masjid Agung Baitunnur Pati dibatalkan. Pembatalan renovasi masjid ini usai Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Perdesaan (PBB-P2) sebesar 250 persen dibatalkan.

Pembatalan ini juga telah diamini oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati, Riyoso. Hanya saja dia enggan berbicara banyak terkait hal itu.

“Iya. Batal,” katanya kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi juga mengakui adanya pembatalan renovasi tersebut. Ia menyebut pembatalan itu dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“TAPD itu yang membatalkan,” sebutnya.

Sebelumnya, renovasi masjid ini direncanakan oleh Bupati Pati Sudewo pada tahun ini. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Pati menganggarkan hingga Rp 12 miliar untuk renovasi masjid tersebut.

Ada sejumlah rencana perbaikan dan renovasi yang akan dilakukan. Mulai renovasi kubah masjid, kubah menara serta penataan di bagian dalam masjid.

Selain itu juga ada pembuatan taman di sejumlah titik. Kemudian masjid tersebut akan dibuat dengan konsep ramah disabilitas. Seperti penyediaan toilet dan kamar mandi bagi penyandang disabilitas serta dibuatkan akses jalan masuk untuk disabilitas agar bisa melaksanakan ibadah.

Dalam renovasi dikabarkan nantinya akan ada ruang laktasi untuk ibu menyusui. Serta penambahan toilet dan kamar mandi baru baik untuk pria dan wanita.

Hanya saja rencana renovasi itu sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Tak sedikit yang menyoroti lantaran masjid yang ada di alun-alun itu belum lama diperbaiki.

Belum lagi anggaran yang terlalu besar di tengah kondisi efisiensi yang tengah dilakukan serta polemik kenaikan PBB P2. Banyak warga yang menyebut anggaran tersebut dapat digunakan untuk pekerjaan lain yang lebih penting.

Hingga akhirnya, Pemkab Pati melakukan pembatalan sejumlah pekerjaan sebagai dampak kenaikan PBB P2 yang tak jadi dilakukan. Seperti halnya rencana renovasi alun-alun Pati. (lut/fat)