Perspektif Akademisi dan Kurator
Dosen Seni Rupa Universitas Negeri Semarang sekaligus kurator pameran, M. Rahman Athian, menilai festival ini sebagai ruang pembelajaran sekaligus dialog seni lintas negara.
“Karya kartun adalah cermin zaman. Ia merekam kritik sosial, politik, sekaligus ekspresi estetis yang khas. Dengan tema ‘Harmony and Global Peace’, festival ini memperkaya wawasan masyarakat sekaligus membuka kesempatan kolaborasi antara seniman lokal, nasional, dan internasional untuk menyuarakan perdamaian,” jelasnya.
Suara Kartunis Nasional
Kartunis senior asal Jawa Pos, Wahyu Kokkang, menambahkan bahwa Semarang memiliki keistimewaan tersendiri sebagai tuan rumah festival kartun.
“Kota Lama Semarang dengan nuansa historisnya memberi panggung yang sangat tepat untuk sebuah perhelatan kartun internasional. Dengan tema ‘Harmony and Global Peace’, kartun yang identik dengan kritik dan humor akan berpadu dengan atmosfer sejarah, menghadirkan pengalaman artistik yang unik sekaligus menyuarakan harapan dunia yang lebih damai,” katanya.
Tokoh kartunis Bali, Jango Pramartha, juga menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan festival ini.
“Festival kartun internasional di Semarang adalah momen penting yang menunjukkan bahwa kartun Indonesia bisa tampil percaya diri di panggung dunia. Dengan tema ‘Harmony and Global Peace’, festival ini memberi pesan kuat bahwa seni bisa menjadi ruang untuk merawat perdamaian global. Saya berharap Semarang benar-benar menjadi pusat gerakan kartun nasional sekaligus titik temu budaya dunia,” ujarnya.
Komikus dan Dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Beng Rahadian, menilai festival ini akan memberikan dampak besar bagi ekosistem seni visual Indonesia.
“Kartun, komik, dan ilustrasi adalah bagian penting dari seni rupa kontemporer. Kehadiran Internasional Cartoon Festival di Semarang dengan tema ‘Harmony and Global Peace’ menunjukkan bahwa karya visual kita bisa bicara di tingkat global. Event ini bukan hanya ajang apresiasi, tetapi juga pendidikan, pertukaran budaya, dan penguatan posisi Indonesia di peta seni dunia,” tegasnya.
Ajang Kreatif Dunia di Semarang
Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan komunitas seniman, Internasional Cartoon Festival Semarang 2025 diproyeksikan menjadi landmark baru kegiatan budaya di Indonesia. Selain memperkuat ekosistem seni kartun, festival ini juga akan menjadi magnet wisata budaya, serta mengukuhkan Semarang sebagai kota kreatif dengan identitas kebudayaan yang kuat, menuju perwujudan “Rumah Kartun Indonesia” dan peneguhan Semarang sebagai Ibukota Kartun Nusantara. (*)










