Harga Bahan Pokok Melonjak, Pedagang Warteg di Semarang Mengeluh

TRANSAKSI: Suasana jual-beli di salah satu Warung Tegal di Semarang, belum lama ini. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kenaikan harga bahan pokok mulai berdampak pada penjualan di sejumlah Warung Tegal (warteg) di Kota Semarang. Hal ini turut memengaruhi harga bahan makanan di pasaran.

Pemilik warteg, Fifah (23) mengatakan, lonjakan harga bahan pangan terjadi dalam sepekan terakhir. Hampir seluruh kebutuhan dapur mengalami kenaikan, terutama lauk pauk seperti ayam dan ikan.

Ya pada naik semua, Mbak. Semisal sayur, ikan-ikan, semuanya pada naik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga bahan baku seperti ayam dan ikan mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 per kilogram. Dampaknya, harga jual makanan di warteg pun ikut menyesuaikan.

Yang semisal tadinya 1 kilo 30 jadi 35,” katanya. Kenaikan tersebut turut berdampak pada harga menu yang dijual.

Untuk satu porsi nasi dengan lauk ikan, harga naik dari Rp 13.000 menjadi Rp 16.000. “Ikan semisal ikan tadinya Rp 5.000 jadi Rp 8.000,” ungkapnya.

Selain menaikkan harga, pedagang juga mengurangi jumlah belanja bahan baku. Pembelian ayam dan ikan yang sebelumnya mencapai sekitar 4 kilogram per hari, kini hanya berkisar 2 hingga 3 kilogram.

Hal ini dilakukan untuk menekan biaya operasional di tengah kenaikan harga. Di sisi lain, kenaikan harga juga memengaruhi perilaku konsumen.

Sejumlah pelanggan mulai beralih ke lauk yang lebih murah seperti telur, tahu, dan tempe. “Ada, beberapa ada,” kata dia.