Pati  

INHAKA Desak Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan

Direktur INHAKA, Husaini. (INHAKA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sejumlah wartawan mengalami tindakan kekerasan saat meliput Rapat Panitia (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, beberapa hari lalu. Merespons hal tersebut, Institut Hukum dan Kebijakan Publik (INHAKA) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menangkap pelaku dugaan kekerasan tersebut.

Direktur INHAKA Husaini menyebut tindakan yang diduga dilakukan pendukung atau pengawal ketua Dewan Pengawas RSUD Soewondo Pati, Torang Manurung itu dinilai merupakan tindakan kekerasan. Sehingga kejadian tersebut perlu diusut tuntas oleh APH.

“Mendesak Polresta Pati segera menangkap dan memproses hukum pelaku kekerasan yang jelas-jelas terlihat dan ada bukti rekamannya,” katanya.

Husaini menegaskan, semua tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam hukum. Apalagi dugaan kekerasan ini menyasar wartawan yang kerjanya dilindungi oleh undang-undang.

“Mengingatkan semua pihak, termasuk aparat kepolisian, bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum dan demokrasi,” tegasnya.

INHAKA juga mengajak solidaritas publik dan organisasi masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Dengan demikian harapannya kasus ini tidak berhenti di tengah jalan.

“Kekerasan terhadap jurnalis, merupakan ancaman yang serius terhadap upaya penegakkan hukum dan demokrasi. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tapi juga serangan terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi. Negara tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini berulang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dugaan kekerasan ini terjadi saat sejumlah wartawan hendak mewancarai Torang Manurung usai meninggalkan atau walk out (WO) Sidang Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo, Kamis (4/9/25) lalu.

Manurung meninggalkan sidang pansus usai dicecar sejumlah pertanyaan oleh pansus. Manurung lantas berjalan keluar dari Gedung DPRD Pati bersama rombongannya.

Sejumlah wartawan mencoba menghampiri dan mengejar Manurung di lantai 1 Gedung DPRD Pati. Mereka ingin meminta tanggapan terkait sikap Manurung WO.

Namun permintaan wawancara ini malah dibalas dengan tindakan kasar seseorang yang diduga preman. Ada wartawan yang ditarik hingga dibanting. Hingga salah satu wartawan jatuh tersungkur ke lantai. (lut/fat)