Mesin Faspol erkapasitas 50 kilogram per siklus ini merupakan hasil riset dan modifikasi tim BRIN bersama Bank Sampah Banjarnegara. Teknologi tersebut mengonversi plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar petasol.
Peluncuran juga disertai uji performa mesin melalui tiga alat sekaligus, yakni mesin Dongfeng milik PDU Karimunjawa, excavator di TPA, dan perahu nelayan setempat. Uji coba dipimpin oleh Prof. Dr. Cuk Supriyadi Alinandar, SR., M.Eng, kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN. Hasilnya menunjukkan petasol mampu menggantikan fungsi solar secara optimal.
Selain mengurangi timbunan plastik, teknologi Faspol juga diharapkan menjadi penopang kemandirian energi lokal, terutama saat musim baratan, ketika pasokan BBM ke pulau sering terganggu akibat cuaca buruk. Dengan petasol, nelayan memiliki alternatif bahan bakar yang lebih mudah dijangkau.
Sridana menambahkan, pemerintah daerah akan meningkatkan kapasitas SDM di PDU Karimunjawa agar pengoperasian mesin dapat berkelanjutan.
“Kami berharap inisiatif ini menjadi titik awal kemandirian energi dan pengelolaan sampah yang lebih bijak di Karimunjawa. Semoga kerja sama ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya. (oka/gih)










