JEPARA, Joglo Jateng – Kasus kematian seorang pemuda yang ditemukan bersimbah darah di area persawahan rumput gajah di Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, menemukan fakta baru.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik terhadap kematian ARS (24), terungkap bahwa korban meninggal akibat luka senjata tajam yang memutus pembuluh nadi besar di bagian leher hingga menyebabkan perdarahan hebat.
Fakta tersebut disampaikan dokter forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah, dr. Dian Novitasari, Sp.FM., PAK., S.H., saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Rabu (3/6/2026).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah ditemukan sejumlah luka akibat kekerasan tajam pada leher, pergelangan tangan kiri, dan dada. Luka pada leher memutus pembuluh nadi besar dan mengakibatkan perdarahan hebat yang menjadi penyebab kematian korban,” jelasnya.
Dokter forensik menjelaskan, ARS mengalami beberapa luka akibat benda tajam. Di antaranya luka bacok pada leher, luka iris pada leher, dada, dan anggota gerak atas kiri.
Dari seluruh temuan medis, luka pada leher menjadi luka yang fatal karena menyebabkan terputusnya pembuluh darah besar dan saluran pernapasan. “Kekerasan pada benda tajam yang memutus leher dan mengakibatkan perdarahan hebat,” terangnya.
Anggota Tim Asosiasi Psikologi Forensik Jawa Tengah, Retno Ristiasih Utami, mengatakan autopsi psikologis dilakukan melalui wawancara terhadap orang tua, kerabat, dan teman dekat korban guna memetakan kondisi psikologis sebelum meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim menemukan sejumlah faktor risiko yang cukup kuat. Korban diketahui memiliki kepribadian tertutup dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
“Korban cenderung menginternalisasi stres, mudah cemas, sering melamun, serta memiliki kecenderungan menilai dirinya secara negatif,” kata Retno.
Tim juga menemukan adanya pengalaman hidup yang dinilai kurang stabil dari lingkungan sekitar yang berpotensi memicu tekanan mental menjelang kematian korban. “Masalah mental menjelang meninggal dunia,” ujarnya.










