JEPARA, Joglo Jateng – Warga Jepara dengan kepesertaan BPJS Kesehatan yang memiliki riwayat penyakit jantung kini tidak perlu lagi menjalani rujukan ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis. Pasalnya, RSUD RA Kartini Jepara kini telah dilengkapi layanan intervensi jantung atau catheterization laboratory (cathlab).
Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan berita acara penambahan layanan cathlab antara Direktur RSUD RA Kartini Jepara, dr. Tri Iriantiwi dan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus, dr. Heni Riswanti pada akhir Mei 2026.
Dengan layanan tersebut, pasien penyakit jantung tertentu seperti jantung koroner atau penyumbatan pembuluh darah jantung kini dapat memperoleh penanganan di Jepara tanpa harus berobat ke luar kota.
Direktur RSUD RA Kartini Jepara, dr. Tri Iriantiwi mengatakan, layanan cathlab merupakan layanan intervensi jantung yang selama ini membutuhkan biaya sangat besar, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
“Alat cathlab sebenarnya sudah kami miliki sejak beberapa tahun lalu. Namun layanan ini belum bisa di-cover BPJS. Sekarang alhamdulillah sudah resmi bisa melayani pasien BPJS,” kata Tri, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, cathlab digunakan untuk berbagai tindakan penanganan penyakit jantung, mulai dari pemeriksaan penyempitan pembuluh darah jantung, pemasangan ring jantung, hingga tindakan medis lainnya yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah dan jantung.
Menurutnya, keberhasilan menghadirkan layanan tersebut bukan perkara mudah. Dari sekitar 150 rumah sakit yang mengajukan layanan cathlab BPJS, hanya 35 rumah sakit yang disetujui, termasuk RSUD RA Kartini Jepara.
“Di wilayah eks Karesidenan Pati yang disetujui hanya RSUD Kartini Jepara dan RSUD Rembang. Di Jawa Tengah yang ikut disetujui juga ada RSUD Banyumas, RSUD Kendal, dan RSUD Tugurejo Semarang,” ujarnya.
Tri menyampaikan, alat cathlab sebenarnya sudah tersedia sejak sekitar lima tahun lalu melalui bantuan pemerintah. Bahkan sempat dioperasikan dengan dukungan anggaran daerah. Namun karena belum mendapat dukungan pembiayaan dari BPJS, pelayanan bagi peserta JKN sempat tidak berjalan optimal.
Pada awal 2026, RSUD Kartini kembali mengajukan layanan tersebut ke Kementerian Kesehatan. Setelah melalui berbagai tahapan dan pemenuhan persyaratan, termasuk ketersediaan alat dan tenaga dokter spesialis jantung, layanan cathlab akhirnya mendapat persetujuan.
Saat ini RSUD Kartini memiliki dua dokter spesialis jantung yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau layanan jantung biasa sudah ada sejak lama. Yang sekarang bisa kami lakukan adalah layanan jantung intervensi yang lebih canggih sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke kota lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditangani rumah sakit. Karena itu, keberadaan cathlab diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini harus ditanggung keluarga pasien ketika menjalani pengobatan di luar daerah.
“Kami ingin membantu masyarakat Jepara agar mendapatkan layanan yang sama baiknya tanpa harus jauh-jauh ke luar kota. Meski ditanggung BPJS, berobat ke luar daerah tetap membutuhkan biaya tambahan untuk transportasi maupun kebutuhan lainnya,” katanya. (oka/gih/rds)










