TEMANGGUNG, Joglo Jateng – Sebanyak 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang resmi diterjunkan ke Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Selasa (21/7/2026).
Selama 45 hari, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Rejosari dan Desa Balesari dengan mengusung tema “Penguatan Literasi, Inklusi, dan Digitalisasi Keuangan Syariah dalam Mewujudkan Kemandirian Masyarakat.”
Prosesi penyerahan mahasiswa KKN berlangsung di Aula Kecamatan Bansari dan dihadiri Camat Bansari Ika Utami Widjayanti, S.STP., M.M., Kepala Desa Rejosari Teguh Rahayu, Sekretaris Desa Balesari yang mewakili Kepala Desa Jumariyah, jajaran Forkopimcam, perwakilan Polri, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bansari, perangkat kecamatan, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Mandiri Misi Khusus Program Studi Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang, Mardhiyaturrositaningsih, M.E.
Mewakili Ketua Program Studi Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang Arif Afendi, S.E., M.Sc., sekaligus mewakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang, Mardhiyaturrositaningsih menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Bansari serta Pemerintah Desa Rejosari dan Desa Balesari atas dukungan terhadap pelaksanaan KKN tersebut.
Menurutnya, kegiatan KKN menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, sekaligus mengasah kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan masyarakat.
“KKN merupakan media pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar berinteraksi, berkomunikasi, serta berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan desa,” ujarnya.
KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah tahun ini diikuti 30 mahasiswa lintas fakultas yang terbagi dalam dua posko, yakni di Desa Rejosari dan Desa Balesari.
Selama masa pengabdian, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berfokus pada peningkatan literasi, inklusi, dan digitalisasi keuangan syariah.
Sejumlah program yang akan dilaksanakan antara lain edukasi menabung sejak usia dini, pendampingan penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM, sosialisasi pinjaman online legal dan ilegal, pelatihan perencanaan keuangan syariah, pemasaran digital bagi UMKM, pendampingan pembukaan tabungan emas, serta pelatihan pencatatan keuangan sederhana bagi masyarakat.










