KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai melakukan pembangunan jaringan drainase di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi genangan air yang selama ini menjadi persoalan saat hujan deras.
Salah satu proyek prioritas tahun ini berada di Jalan Wahid Hasyim dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 2,2 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo mengatakan, proyek tersebut menjadi bagian strategi pemerintah.
Tujuannya untuk memperbaiki sistem aliran air di kawasan perkotaan. Drainase yang dibangun memiliki panjang sekitar 480 meter menggunakan konstruksi u-ditch dan box culvert berukuran 60 hingga 80 sentimeter.
Pembangunan difokuskan untuk mengurangi genangan yang selama ini muncul di sepanjang Jalan Wahid Hasyim. Terutama mulai kawasan perempatan Gang 4 hingga ke arah barat.
Perbaikan saluran tersebut juga diharapkan mampu mengurangi beban limpasan air menuju Jalan Ahmad Yani yang kerap terdampak ketika intensitas hujan tinggi. “Pekerjaan dimulai dari sisi hilir dengan saluran pembuangan menuju Sungai Gledex,” ujar Harry saat meninjau lokasi pekerjaan.
Tahap awal dilakukan di sisi utara jalan, kemudian akan dilanjutkan hingga seluruh ruas yang direncanakan selesai. “Harapannya, genangan maupun banjir di kawasan tersebut bisa berkurang secara signifikan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan proyek dikerjakan oleh CV Cinta Damai dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Pekerjaan dimulai pada Selasa (30/6/2026) dan ditargetkan rampung pada Selasa (27/10/2026).
Meski jadwal penyelesaian telah ditetapkan, pihaknya berharap kontraktor mampu mempercepat pelaksanaan. Agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya menjelang musim penghujan.
Harry juga mengimbau masyarakat agar memaklumi adanya gangguan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. Aktivitas pekerjaan menyebabkan penyempitan sebagian badan jalan sehingga pengguna jalan diminta lebih berhati-hati saat melintas.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami adanya penyempitan jalan selama pekerjaan berlangsung. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar proyek ini bisa selesai tepat waktu,” katanya.










