Kudus  

Realisasi PAD Kudus Lampaui 41 Persen, Pendapatan Tembus Rp 708 Miliar

BAHAS: Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama jajaran lainnya saat sedang menggelar rapat belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 708,47 miar hingga Minggu (31/5/2026). Capaian ini menyentuh angka 34,54 persen dari target APBD tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 2,05 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama tahun anggaran berjalan.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, mengatakan kontribusi terbesar masih berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Realisasinya mencapai Rp 297,20 miliar atau 41,63 persen dari target Rp 713,94 miliar.

“Secara umum capaian pendapatan daerah masih sesuai target yang direncanakan. Beberapa sektor bahkan menunjukkan kinerja yang cukup baik dan menjadi penopang utama PAD,” ujarnya.

Dari sektor pajak daerah, realisasi hingga akhir Mei mencapai Rp 126,64 miliar atau 37,73 persen dari target Rp 335,61 miliar. Sejumlah jenis pajak menunjukkan capaian yang cukup tinggi.

Di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 44,73 persen dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 45,21 persen. Selain itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) mencapai 41,46 persen.

Sementara itu, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencatat capaian tertinggi dengan realisasi mencapai 360 persen dari target yang ditetapkan.

Adapun Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih berada pada angka 20,27 persen. Hal ini terjadi karena sebagian besar pembayaran biasanya meningkat pada semester kedua.

Selain pajak daerah, sektor retribusi juga memberikan kontribusi signifikan. Hingga Minggu (31/5/2026), realisasi retribusi daerah mencapai Rp 161,05 miliar atau 45,74 persen dari target Rp 352,08 miliar.

Kontributor terbesar berasal dari retribusi pelayanan kesehatan rumah sakit daerah yang telah mencapai Rp 133,48 miliar atau 48,45 persen dari target tahunan.