KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kendal terus mendorong pengembangan kawasan industri sebagai upaya memperluas peluang kerja bagi masyarakat. Selain mendukung perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal tahap kedua, Pemkab Kendal juga menyambut rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kawasan Industri Seafer yang berada di pesisir Kecamatan Patebon.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan Kawasan Industri Seafer menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kendal. Saat ini, sejumlah tenant mulai menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan tersebut.
“Pada 15 Juni besok akan ada MoU dari perusahaan dengan pemilik kawasan,” kata Bupati Kendal, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, keberadaan Kawasan Industri Seafer berpotensi memberikan dampak terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tercatat sebesar 7,99 persen, tertinggi di Jawa Tengah dan melampaui rata-rata nasional.
“Tentu akan berpotensi bertambah lagi, sekarang pertumbuhan ekonomi kita 7,99 persen,” ujarnya.
Seiring berkembangnya kawasan industri di Kendal, Pemkab Kendal juga mendorong penguatan program link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Langkah tersebut dilakukan agar lulusan sekolah, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK), memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Tika menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui dinas pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Pendidikan bermutu bukan hanya tanggung jawab pemerintah melalui dinas pendidikan. Tetapi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, sampai masyarakat, harus ikut mewujudkan pendidikan bermutu,” tuturnya.
Selain penguatan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, sekolah juga didorong untuk menyediakan sarana dan fasilitas yang dapat menunjang peningkatan keterampilan peserta didik. Dengan demikian, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengasah kompetensi dan meningkatkan daya saing.
Melalui kombinasi pengembangan kawasan industri dan penguatan program link and match, Pemkab Kendal menargetkan semakin banyak tenaga kerja lokal yang dapat terserap di sektor industri.
“Harapan kita, lulusan SMK nanti tidak hanya siap kerja dengan profesionalisme tinggi, tapi juga bisa berwirausaha,” kata Tika.
“Dengan begitu mereka bisa menciptakan peluang untuk diri sendiri dan orang lain, sekaligus memenuhi kebutuhan industri yang ada di Kabupaten Kendal,” tandasnya. (ags/gih/rds)










