Kendal  

Liga 3 Askab Kendal Bergulir, Protes Muncul Setelah 11 Tim Tak Masuk Daftar Peserta

Klub Arsada Weleri protes keras atas tidak dikutkannya menjadi peserta kompetisi Liga 3 Askab PSSI Kendal 2026.(Dok Pribadi)

KENDAL, Joglo Jateng – Kompetisi Liga 3 Askab PSSI Kendal 2026 resmi mulai bergulir di Lapangan Sambongsari, Kecamatan Weleri. Namun, di tengah berlangsungnya pertandingan, kompetisi tingkat kabupaten tersebut diwarnai protes dari sejumlah klub yang tidak masuk dalam daftar peserta.

Dari 30 tim yang tercatat sebagai anggota Askab PSSI Kendal, hanya 19 tim yang mengikuti kompetisi musim ini. Sementara 11 tim lainnya tidak terdaftar sebagai peserta, sehingga memunculkan keberatan dari beberapa klub yang merasa memiliki hak yang sama untuk tampil dalam ajang resmi tersebut.

Salah satu protes disampaikan oleh Arsada Weleri. Manajer Arsada Weleri, Ari Fredianto, mengaku kecewa karena tim yang berada di bawah naungan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Weleri itu tidak mendapatkan kesempatan mengikuti Liga 3 Askab Kendal 2026.

Menurut Ari, Arsada Weleri merupakan anggota resmi Askab PSSI Kendal sehingga seharusnya dapat mengikuti kompetisi yang menjadi agenda pembinaan sepak bola daerah tersebut.

“Ini liga resmi, tapi kok aneh sekali. Tim kami resmi terdaftar di Askab PSSI Kendal, tetapi tidak mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi resmi tersebut. Kami sangat kecewa karena sampai sekarang tidak ada penjelasan yang jelas,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Ari mengaku telah berupaya meminta penjelasan kepada jajaran pengurus Askab PSSI Kendal, mulai dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab, Sekretaris Askab hingga Wakil Ketua Askab. Namun, menurutnya, belum ada jawaban pasti terkait alasan timnya tidak diikutsertakan.

“Kami sudah mencoba menemui Plt Ketua Askab, Sekretaris dan Wakil Ketua Askab. Namun tidak ada jawaban yang pasti mengenai alasan Arsada Weleri tidak diikutsertakan dalam Liga 3 ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut sempat dibahas dalam pertemuan yang digelar di Stadion Utama Bahurekso Kendal pada 16 Juni 2026. Dalam forum yang dihadiri sejumlah perwakilan klub Grup D dan Divisi Pertandingan Askab PSSI Kendal itu, Ari menyampaikan bahwa Arsada Weleri tidak pernah menerima informasi maupun undangan resmi terkait tahapan pendaftaran kompetisi.

“Arsada tidak pernah menerima informasi secara lisan ataupun dalam bentuk undangan resmi terkait keikutsertaan Liga 3 Askab Kendal,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Ari, perwakilan Askab PSSI Kendal yang hadir juga menyampaikan bahwa terdapat kelalaian dalam proses penyelenggaraan kompetisi. Bahkan, Askab disebut berharap Arsada Weleri dapat bergabung di Grup D dan siap melakukan penyesuaian jadwal pertandingan apabila diperlukan.

Meski demikian, Ari menilai keputusan akhir tetap harus menjadi kewenangan Askab PSSI Kendal, bukan dibebankan kepada klub peserta.

“Kami meminta Askab tidak menyerahkan hasil keputusan ini kepada klub peserta. Karena itu sama saja mengadu domba antar-klub. Kewenangan ada di Askab, sehingga Askab yang harus mengambil keputusan,” tegasnya.

Menurut Ari, dalam forum tersebut tiga klub yang hadir, yakni Persekga Kedunggading, Amuda Sumbersari, dan Kebonharjo FC, menyatakan sepakat menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Askab PSSI Kendal. Sementara PSPM Plantaran tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Ari berharap Askab segera mengambil langkah penyelesaian sebelum pertandingan Grup D digelar.

“Karena cara dari awal salah pasti berakhir dengan kesalahan. Kesalahan di awal masih bisa berakhir dengan kebaikan apabila Askab Kendal berani memperbaikinya sebelum pertandingan Grup D dilaksanakan,” katanya.