SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang pembukaan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Semarang, sejumlah orang tua mulai mendatangi Posko Layanan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang. Mereka mengaku masih menghadapi berbagai kendala teknis, terutama terkait data administrasi.
Salah seorang wali murid, Ima (52), mengaku mengalami kendala saat mencoba mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi. Ia menyebut, data nilai pendidikan karakter yang dimiliki anaknya tidak dapat masuk ke dalam sistem, meskipun sudah diinput oleh pihak sekolah.
“Lah anak saya kan ikut ngaji, tapi waktu dimasukkan di sekolah itu sistemnya tidak bisa. Padahal yang lain di bawah satu naungan bisa masuk,” ujarnya saat ditemui di Posko Layanan Disdik Kota Semarang, Kamis (11/6/2026).
Ima mengatakan, ketidakjelasan sistem tersebut membuatnya harus datang langsung ke posko layanan untuk mencari kepastian. Ia juga menyayangkan proses pendaftaran yang dinilai semakin rumit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Terlalu berbelit-belit. Banyak sistemnya itu malah jadi susah. Dulu kan cukup daftar ke sekolah, mantau jurnal, habis itu verifikasi, tidak sampai ke dinas seperti sekarang,” keluhnya.
Selain itu, ia juga mengaku harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan layanan di posko. Bahkan saat ditemui, dirinya masih menunggu giliran dengan nomor antrean yang cukup jauh.
“Saya masih ngantri, ini urutan ke-187. Ya sabar saja, tapi memang banyak aturan, jadi mbok dipangkasi,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Budi (50), yang mengaku mengalami kendala pada aspek domisili saat hendak mendaftarkan anak melalui jalur mutasi. Menurutnya, perbedaan domisili dengan anggota keluarga lain menjadi hambatan dalam proses pendaftaran.
“Utama kendala itu kakaknya luar kota. Domisilinya beda, padahal sekolahnya di sini. Banyak trouble-nya di situ,” jelasnya.
Ia menilai, sistem SPMB saat ini membuat proses pendaftaran menjadi lebih sulit, baik bagi orang tua yang mengandalkan jalur domisili maupun prestasi. Bahkan menurutnya, proses pengurusan administrasi menjadi semakin kompleks.
“Sekarang itu domisili susah, punya prestasi pun pengurusannya juga susah,” kata dia.
Meski demikian, para orang tua tetap berharap kendala tersebut dapat segera teratasi sebelum pendaftaran resmi dibuka. Mereka berharap adanya perbaikan sistem dan pelayanan agar proses pendaftaran SPMB dapat berjalan lebih mudah dan tidak membingungkan masyarakat. (hfh/gih/rds)










