Selain Jalan Wahid Hasyim, pembangunan drainase juga telah dimulai di Jalan Ali Mahmudi. Dalam waktu dekat, pekerjaan serupa akan dilaksanakan di sejumlah ruas lain.
Termasuk kawasan yang menjadi pusat kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Harry, sasaran utama pemerintah saat ini adalah mengurangi tinggi maupun durasi genangan.
Ia mengakui persoalan banjir tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dalam waktu singkat karena membutuhkan penanganan bertahap di berbagai lokasi. “Target kami saat ini adalah mengurangi genangan. Kalau menghilangkan banjir secara total tentu belum bisa,” jelasnya.
Namun, yang terpenting durasi genangan menjadi lebih singkat sehingga aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran drainase hampir Rp 10 miliar.
Sebagian besar dana berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sekitar Rp 7 miliar, sedangkan sisanya bersumber dari APBD. Harry menyebut terdapat sekitar 30 titik pembangunan drainase yang direncanakan pada tahun ini.
Hingga pertengahan Juli, sekitar 60 persen paket pekerjaan telah memasuki tahap kontrak maupun pelaksanaan. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengadaan melalui sistem e-katalog versi 6.
Di sektor Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Kudus juga menjalankan sekitar 20 paket pekerjaan. Total anggarannya sekitar Rp 30 miliar yang bersumber dari PBJT.
Sekitar 70 persen pekerjaan telah berkontrak, termasuk sejumlah proyek peningkatan jalan. “Salah satu pekerjaan yang masih berproses adalah pembangunan Jembatan Kesambi yang membutuhkan penanganan lebih kompleks,” bebernya.
Sementara itu, untuk menjaga kualitas jalan yang sudah ada, pemerintah mengalokasikan anggaran rutin sekitar Rp 7,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan sekitar 70 ruas jalan.
Hal ini dilakukan agar tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Kudus dapat dipertahankan di kisaran 91 persen setelah sempat turun menjadi 89 persen. Pada bidang irigasi, Dinas PUPR Kabupaten Kudus menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk enam titik pekerjaan.
Empat paket telah memasuki tahap kontrak, sedangkan dua lainnya masih dalam proses administrasi. “Harapannya seluruh proyek infrastruktur yang berjalan tahun ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sistem drainase, jalan, dan irigasi di Kabupaten Kudus,” pungkasnya. (adm/fat/rds)










