KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mengemas kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 dengan konsep berbeda. Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelibatan UMKM ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di wilayah Kendal. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Tetapi, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. “Ini menjadi momentum untuk menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan ekonomi kerakyatan,” ujar Bupati Tika, sapaan akrabnya.
Hal itu ia sampaikan saat jeda pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol, Rabu (15/7/2026) dini hari. Nobar semifinal tersebut digelar selama dua malam di Pendapa Tumenggung Bahurekso.
Sementara itu, laga final Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Alun-alun Kaliwungu. Nantinya, acara puncak ini akan melibatkan lebih banyak stan UMKM.
Menurut Bupati, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung. Terutama, terhadap peningkatan omzet para pelaku usaha lokal yang membuka stan di lokasi acara.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan nobar merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat. Tujuannya agar momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Karena itu, Pemkab Kendal mengajak masyarakat untuk hadir menyaksikan pertandingan sekaligus membeli berbagai produk dari pelaku UMKM. Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq turut menghadiri pelaksanaan nobar perdana di Pendapa Tumenggung Bahurekso.
Ia hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mahfud mengapresiasi penyelenggaraan nobar yang dinilai tidak hanya menindaklanjuti arahan Presiden dan Gubernur Jawa Tengah.
Tetapi juga dinilai efektif memberi ruang bagi UMKM untuk terus berkembang. “Jadi kami berterima kasih bahwa di Kendal juga melaksanakan nobar sesuai dengan arahan Presiden dan Gubernur Jateng yang juga melibatkan UMKM,” kata Mahfud.
Ia menambahkan, nobar semifinal masih berlangsung di Pendapa Kabupaten Kendal dan terbuka bagi masyarakat. Sedangkan, pertandingan final akan dipusatkan di Alun-alun Kaliwungu dengan jumlah pelaku UMKM yang lebih banyak. (ags/ree/rds)










