BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Kisah inspiratif datang dari dunia olahraga pelajar Kabupaten Banjarnegara. Alim Surahman, seorang siswa dari SD Negeri 7 Kandegan sukses menembus Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional yang akan digelar Agustus 2026 mendatang.
Hebatnya, prestasi ini lahir dari rahim sekolah yang dulunya sepi peminat dan nyaris gulung tikar. Perjalanan Alim menuju panggung nasional tidaklah instan.
Sang pelatih, Oktavianto Hasto Prasetyo menceritakan latar belakang mengharukan di balik penemuan bakat terpendam Alim di SDN 7 Kandegan.
“Kebetulan istri saya ditempatkan di SDN 7 Kandegan. Di mana SDN 7 Kandegan itu mempunyai latar belakang yang dulu sekolahnya itu mau di-regroup karena tidak ada siswanya,” kenang Hasto, belum lama ini.
Kondisi sekolah yang minim prestasi membuat masyarakat kurang antusias. Demi mendongkrak nama baik sekolah, Hasto nekat menjaring siswa untuk ajang O2SN dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Namun, karena keterbatasan jumlah murid, ia hanya menemukan tiga anak putra. Apesnya, dua anak terganjal masalah batas usia.
Kondisi ini menyisakan Alim Surahman, siswa kelahiran 2014 sebagai satu-satunya tumpuan sekolah. Meski persiapan sangat mepet, bakat alami Alim justru berkembang pesat di bawah asuhan atlet tenis meja tersebut.
“Kami latih ya selama kurang lebihnya 1 bulan. Saya menempatkan dengan melihat kemampuan dia, saya latihan untuk lari 60 meter, kemudian tolak peluru,” beber pria yang juga mengajar di SMP Negeri 1 Bawang tersebut.
“Dan O2SN-nya mengikuti Kangas Escape dan Formula One yang tergabung dalam Kids Athletics,” imbuhnya.
Hasilnya luar biasa. Alim menyabet Juara 1 tingkat kecamatan, berlanjut Juara 1 tingkat kabupaten, hingga puncaknya meraih Juara 1 di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya di ajang O2SN, Alim juga menggila di ajang Popda tingkat kabupaten. Ia memborong Juara 1 lari 60 meter dan Juara 1 tolak peluru. Alim sukses mengantongi tiga medali emas sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Di tingkat nasional nanti, Alim tidak berjuang sendirian. Ia akan berpasangan dengan Nuril Hasna Kamalina, atlet putri berbakat dari SD Negeri 3 Gentansari, Kecamatan Pagedongan.
Keduanya dipasangkan karena sama-sama menyandang gelar Juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah di nomor Kangas Escape.










