Kendal  

Proyek APBD Kendal Belum Berjalan, Forjaskons Tagih Kepastian ke Bupati

Forjaskons diterima Sekda Kendal saat hendak beraudensi dengan Bupati Kendal, Senin (6/7).(Istimewa)

KENDAL, Joglo Jateng – Belum bergulirnya proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBD Kabupaten Kendal hingga pertengahan tahun 2026 mendorong Forum Asosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi (Forjaskons) Kendal mengajukan audiensi dengan Bupati Kendal. Selain meminta kepastian jadwal pelaksanaan proyek, forum tersebut juga menyampaikan harapan agar pengusaha lokal mendapat kesempatan lebih besar dalam pembangunan daerah.

Forjaskons merupakan wadah sejumlah asosiasi perusahaan jasa konstruksi yang terdiri atas Gapensi, Aspekindo, Gapeksindo, Gapeknas, Gabpeknas, Askumnas, Gakindo, HAKI, dan AKKLINDO.

Perwakilan Forjaskons Kendal, Mahmudin, mengatakan audiensi diajukan untuk memperoleh penjelasan terkait belum dimulainya pekerjaan fisik yang dibiayai APBD.

“Kami ingin mengetahui secara pasti kenapa sampai pertengahan tahun banyak kegiatan pembangunan fisik belum berjalan sama sekali. Kami mendorong agar pekerjaan segera direalisasikan sehingga tidak terlambat sebelum musim penghujan datang dan pelaksanaannya bisa selesai tepat waktu,” katanya, Senin (7/7).

Selain itu, Forjaskons juga ingin mempertanyakan banyaknya pekerjaan pada tahun 2025 yang dikerjakan perusahaan dari luar Kabupaten Kendal.

Dalam surat permohonan audiensi yang disampaikan kepada Bupati Kendal, Forjaskons menyatakan mendukung penuh kebijakan Bupati Kendal periode 2024–2029. Forum tersebut juga berharap Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan dukungan kepada pengusaha lokal agar dapat berperan dalam pembangunan daerah.

Mahmudin mengatakan Forjaskons juga mendukung pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Kami juga berharap Ibu Bupati dapat memfasilitasi perbankan dalam penyediaan kredit konstruksi yang lebih lunak untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Kendal. Harapan kami, seluruh pekerjaan tahun ini berjalan aman, transparan, adil, sekaligus mampu mengangkat potensi pengusaha lokal Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Namun, audiensi tersebut belum terlaksana karena Bupati Kendal berhalangan. Pada waktu yang sama, Bupati menghadiri takziah atas wafatnya Ketua MUI Kabupaten Kendal, KH Asro’i Tohir, di Kaliwungu.

“Surat permohonan audiensi sudah kami kirim sekitar seminggu lalu. Karena Ibu Bupati ada kegiatan lain dan hanya bisa bertemu dengan Sekda, kami meminta kepada bagian protokol agar audiensi dijadwalkan ulang sehingga bisa bertemu langsung dengan Ibu Bupati,” kata Mahmudin.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permansari menjelaskan keterlambatan dimulainya proyek fisik disebabkan adanya penyesuaian harga serta penerapan mekanisme baru dalam pengadaan melalui e-Katalog.

“Jadi, kemarin memang ada penyesuaian harga-harga sehingga prosesnya sedikit terlambat. Kemudian, termasuk juga untuk katalog yang kini menggunakan mekanisme mini kompetisi yang baru. Namun, insya Allah minggu depan sudah mulai berjalan,” ujar Dyah.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal menginginkan pelaksanaan proyek segera dimulai agar penyerapan anggaran tidak menumpuk pada akhir tahun.

Terkait harapan pengusaha lokal, Dyah menegaskan seluruh proses pengadaan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan melalui e-Katalog maupun lelang terbuka.

“Nanti pekerjaan kita lakukan melalui e-Katalog dan lelang terbuka, sehingga tidak menutup kemenangan masuknya penyedia jasa dari luar daerah,” tegasnya.(ags)