Kendal  

KPU Kendal Putar Film Langit Tetap Sama, Bangkitkan Semangat Inklusi Penyandang Disabilitas

SUASANA: Pemutaran film Langit Tetap Sama di Aula KPU Kabupaten Kendal, Senin (6/7/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Film bertema inklusi berjudul Langit Tetap Sama diputar di Aula KPU Kabupaten Kendal. Pemutaran ini digelar dalam kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih bagi anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal.

Film tersebut menghadirkan keunikan tersendiri. Sebab, sebagian besar pemerannya merupakan penyandang tunanetra.

Pemutaran film ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Komunitas Sahabat Mata dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan demokrasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Film berdurasi 75 menit itu merupakan karya Basuki, pendiri Komunitas Sahabat Mata Semarang. Ia bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis skenario dalam film tersebut.

Basuki menjelaskan, Langit Tetap Sama mengisahkan perjalanan hidup seorang penyandang tunanetra yang berjuang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Kemudian, tokoh tersebut harus menghadapi tantangan mencari pekerjaan dan pasangan hidup.

Di dalam alur cerita juga disisipkan proses demokrasi melalui pemilihan ketua panitia kurban. Kisah ini dibalut secara epik dengan nuansa persahabatan dan percintaan.

Menurutnya, film tersebut dibuat untuk menunjukkan bahwa penyandang tunanetra memiliki kesempatan yang sama. Yakni untuk berkarya, berkontribusi, dan meraih cita-cita.

“Harapan ke depan, film ini lebih banyak lagi yang menonton,” kata Basuki, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, Langit Tetap Sama sebelumnya telah diputar di sejumlah daerah, seperti Semarang, Tasikmalaya, dan Jakarta.

Ke depan, film tersebut akan terus diputar apabila ada permintaan dari berbagai pihak. Baik dari komunitas, perguruan tinggi, maupun masyarakat umum.

Anggota KPU Kabupaten Kendal, Didin Riswanto mengapresiasi pemutaran film tersebut. Hal ini dinilai selaras dengan upaya pendidikan politik bagi masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

Menurut Didin, selain mengangkat kehidupan penyandang tunanetra, film tersebut juga menampilkan proses demokrasi melalui pemilihan ketua panitia kurban. Sehingga, cerita ini sangat relevan dengan program pendidikan pemilih yang dijalankan KPU.

“Saya mengapresiasi film ini sangat bagus, semoga film ini bisa meraih prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Pertuni Kabupaten Kendal, Imam Sahrozi mengaku pemutaran film tersebut menjadi pengalaman pertamanya menikmati sebuah film sebagai penyandang tunanetra.

Meski hanya mengandalkan audio dan dialog, ia mengaku tetap dapat mengikuti jalan cerita dengan baik.

Ia berharap kisah dalam film Langit Tetap Sama mampu memberikan motivasi kepada penyandang tunanetra dan keluarganya. Tujuannya agar mereka terus memiliki semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

“Harapannya, teman-teman Pertuni dan keluarga terinspirasi, bahwa tunanetra bisa bermimpi sebagaimana manusia pada umumnya,” pungkasnya. (ags/gih/rds)