KENDAL, Joglo Jateng – Masyarakat Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, kembali menggelar tradisi Sedekah Laut.
Kegiatan ini merupakan bentuk syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah dijaga secara turun-temurun, Minggu (12/7/2026).
Tradisi yang setiap tahun digelar itu menjadi simbol penghormatan kepada para pendiri Kelurahan Bandengan, yakni Mbah Rancang dan Mbah Jenggot.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan pesisir, masyarakat tetap menjaga tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal.
Tradisi ini ditandai dengan melarung sesaji ke tengah laut. Sesaji tersebut dibawa sejumlah kapal milik nelayan yang sebelumnya telah dihias terlebih dahulu.
Lurah Bandengan, Nur Ali mengatakan, Sedekah Laut bukan sekadar agenda budaya tahunan. Tetapi warisan leluhur yang harus terus dilestarikan.
“Sedekah Laut menjadi upaya melestarikan budaya turun-temurun sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur dan cikal bakal Kelurahan Bandengan, yaitu Mbah Rancang dan Mbah Jenggot,” ujarnya.
Menurutnya, selain sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan keselamatan, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat. Serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi komitmen masyarakat dan nelayan Bandengan. Khususnya dalam menjaga tradisi Sadranan Sedekah Laut dan Bumi.










