Jepara  

Diklatsar Banser XXIV Patebon, Kader Dibekali Pemahaman Hukum dan Intelektual

PROGRAM: Koordinator Divisi Kajian Hukum dan Pengaderan PC GP Ansor Kabupaten Kendal, M. David Faishal, saat mengisi acara Diklatsar Banser XXIV Patebon, Minggu (12/7/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Tantangan organisasi di era saat ini mendorong Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk memiliki kader yang tangguh. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga harus memiliki wawasan hukum dan kemampuan intelektual.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser XXIV. Agenda ini digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (10-12/7/2026) tersebut, diikuti oleh 40 peserta. Lokasi pelaksanaannya dipusatkan di SD Negeri 1 Kumpulrejo, Kecamatan Patebon.

Koordinator Divisi Kajian Hukum dan Pengaderan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Kendal, M. David Faishal memberikan penjelasannya. Ia mengatakan, penguatan kapasitas kader menjadi kebutuhan penting bagi Banser dan Ansor dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Banser dan Ansor di zaman saat ini harus lebih memperkuat fisik maupun kecerdasan intelektualnya,” ujarnya.

“Dengan dua hal tersebut, Banser dan Ansor akan menjadi organisasi keagamaan yang disegani, dihormati, dan memiliki porsi tersendiri dalam memimpin serta mengawal NKRI,” sambungnya.

Menurut David, proses kaderisasi saat ini tidak hanya menitikberatkan pada jumlah anggota, tetapi juga peningkatan kualitas.

Kader Banser perlu memiliki kemampuan berpikir yang matang. Tujuannya agar setiap tindakan yang dilakukan memiliki dasar yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Banser sebagai barisan terdepan harus memiliki parameter yang cermat dalam bertindak agar terukur dan memiliki dasar yang tepat dan kuat. Sehingga tidak ada keraguan dalam mengawal akidah Islamiyah,” jelasnya.

“Banser bisa menjadi hebat dan kuat karena saat ini mengutamakan kualitas di samping kuantitas pengaderan,” terangnya.