KENDAL, Joglo Jateng – Produk olahan berbahan baku umbi-umbian yang diproduksi PT Maxindo Karya Anugrah di Kabupaten Kendal kini telah dipasarkan ke sekitar 30 negara di empat benua.
Pasar ekspor perusahaan ini meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jerman, China, Jepang, Kuwait, Arab Saudi, hingga Palestina.
Peresmian fasilitas produksi PT Maxindo Karya Anugrah di Kendal mendapat apresiasi dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
Menurutnya, kehadiran perusahaan tersebut diharapkan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah, yakni melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Maxindo. Harapan kami perusahaan ini terus memberikan kontribusi yang nyata dan semakin positif bagi Kabupaten Kendal, baik dalam penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan pemuda, maupun peningkatan investasi,” katanya.
Direktur PT Maxindo Karya Anugrah, Gareth Suryo Wijoyokartono mengatakan, pabrik di Kendal merupakan fasilitas produksi ketiga sekaligus yang terbesar setelah dua pabrik sebelumnya di Bogor.
Pada tahap awal, perusahaan tersebut menanamkan investasi sekitar Rp 300 miliar.
“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan masyarakat Kendal melalui penyuplai bahan baku dan penyerapan tenaga kerja, sehingga bisa bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Kendal,” kata Gareth.
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan baku perusahaan mencapai sekitar 100 ton per hari. Pasokan diperoleh dari petani di Jawa Tengah, termasuk dari wilayah Kaliwungu dan Boja.
Sebagai langkah awal pengembangan budidaya, perusahaan menyerahkan bibit umbi kepada petani di Kendal.
Pihaknya juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pengembangan bibit unggul dan pendampingan budidaya.
Menurut Gareth, seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari petani dalam negeri.
Selain untuk pasar ekspor, PT Maxindo Karya Anugrah juga memproduksi produk untuk merek Lemonilo dan menargetkan penyerapan lebih dari 1.000 tenaga kerja di Kabupaten Kendal. (ags/gih/rds)










