Batang  

Mitigasi Krisis Air Bersih, BPBD Batang Siaga Hadapi Kemarau

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

BATANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang memastikan hingga awal Juli 2026 belum ada wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Meski musim kemarau mulai dirasakan masyarakat, kondisi air di wilayah tersebut dinilai masih aman.

Kendati demikian, BPBD tetap menyiagakan armada dan pasokan air bersih untuk mengantisipasi kekeringan.

Langkah ini dilakukan untuk bersiap menghadapi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panas dibanding biasanya.

Meski awal kemarau telah dimulai sejak Juni, dampaknya baru mulai dirasakan masyarakat pada Juli ini.

“Hingga saat ini, 15 kecamatan di Kabupaten Batang masih relatif aman dan belum ada laporan kekurangan air bersih,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Wawan, kondisi tersebut tidak terlepas dari masih terjaganya kawasan hutan di wilayah selatan Kabupaten Batang yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

Karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat, khususnya petani di dataran tinggi, agar tidak memperluas lahan pertanian dengan mengurangi kawasan hutan.

BPBD juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan seperti yang pernah dialami sejumlah wilayah pada 2024.

Seluruh armada pengangkut air bersih telah disiagakan, termasuk melalui kerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM) dan PMI.

“Kalau ada wilayah yang membutuhkan air bersih, kami siap melakukan dropping,” katanya.

“Pasokan air dari PDAM juga disiapkan tanpa dipungut biaya kepada masyarakat,” imbuh Wawan.

Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air.

Masyarakat juga diminta menjaga kelestarian lingkungan untuk mempertahankan ketersediaan sumber air selama musim kemarau berlangsung. (fan/ree/rds)