Puluhan SD Negeri di Jateng Kekurangan Murid Baru, Masalah Demografi Jadi Pemicu Utama

LENGGANG: Tampak depan salah satu SD Negeri di Semarang. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah masih menyisakan persoalan ketimpangan jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar negeri.

Di tengah tingginya persaingan masuk sekolah-sekolah favorit, puluhan SD negeri di berbagai daerah justru kekurangan murid.

Bahkan, ada sekolah yang hanya menerima tiga hingga empat siswa, tidak memperoleh murid baru sama sekali, hingga terancam dilakukan regrouping.

Fenomena tersebut terjadi di Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kota Solo, Kota Magelang, hingga Kabupaten Grobogan.

Di Kabupaten Kudus, sedikitnya lima SD negeri hanya memperoleh tiga hingga empat murid baru meski masing-masing memiliki daya tampung 28 siswa.

Sekolah yang hanya menerima tiga murid baru yakni SD 2 Prambatan Lor, SD 5 Hadipolo, dan SD 1 Karangrowo.

PROSES: Salah satu calon murid baru tengah mendaftar di salah satu sekolah di Kudus. (DYAH NURMAYA/JOGLO JATENG)

Sementara SD 2 Gulang serta SD 1 Jati Wetan masing-masing memperoleh empat murid baru.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, membenarkan masih adanya sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik.

“Memang ada beberapa sekolah yang jumlah murid barunya sedikit,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persebaran penduduk, lokasi sekolah, hingga tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu.

“Kondisi ini dipengaruhi persebaran penduduk, minat masyarakat terhadap sekolah tertentu, hingga lokasi sekolah,” katanya.

Untuk jenjang SMP, Maulana memastikan pelaksanaan SPMB secara umum berjalan lancar.

Seluruh SMP yang melaksanakan penerimaan secara daring telah memenuhi kuota sesuai daya tampung.

“Untuk SMP yang mengikuti SPMB online semuanya sudah terpenuhi sesuai jumlah daya tampung,” jelasnya.

Sementara itu, tiga SMP yang melaksanakan penerimaan secara luring mencatat hasil berbeda.

SMP 3 Dawe berhasil memenuhi kuota dengan menerima 64 siswa.

Adapun SMP 3 Satu Atap Gebog menerima 56 siswa dari kapasitas 96 siswa, sedangkan SMP 3 Satu Atap Undaan memperoleh 18 siswa dari kuota 32 siswa.

“Kalau untuk SMP sudah selesai. Kami masih menunggu apakah SMP 3 Satu Atap Gebog dan SMP 3 Satu Atap Undaan akan mengajukan surat perpanjangan SPMB,” imbuhnya.