Sambil Kerja dan Nyantri, Ribuan Warga Banjarnegara Akhirnya Lulus Kejar Paket. Simak Kisah Inspiratifnya

SENANG: Peserta kegiatan belajar kesetaraan merasa senang berhasil diwisuda di Aula Surya Yudha Park, belum lama ini. (FAJAR ARI WIBOWO/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Ribuan warga belajar dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berkumpul untuk merayakan momentum kelulusan mereka dalam acara Wisuda Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu, usia, maupun aktivitas lain tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Banjarnegara untuk meraih masa depan yang lebih cerah melalui jalur pendidikan formal kesetaraan. Di antara ribuan wisudawan, terselip kisah-kisah inspiratif perjuangan dari para warga belajar yang gigih menuntaskan pendidikannya.

Salah satu ungkapan kebahagiaan datang dari Anggi Anggraeni, warga belajar asal PKBM Bina Nusantara, Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang. Anggi yang baru saja resmi menyandang kelulusan dari program Kejar Paket C (setara SMA) mengaku sangat lega dan bersyukur atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, puji syukur nggih sama Allah. Ya ikut senanglah, senang, senang, senang banget,” ungkap Anggi saat ditemui usai prosesi wisuda.

Perjalanan Anggi untuk mendapatkan ijazah kesetaraan ini diakuinya memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal membagi waktu di tengah kesibukan sehari-hari. Meski demikian, kendala jadwal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar.

“Paling waktu, waktunya soalnya kadang kebentrok sama kegiatan kayak gitu aja, cuma itu aja sih, cuman waktu jadwal,” tambahnya.

Kisah inspiratif lainnya datang dari Afra, seorang remaja asal Banyumas yang menempuh pendidikan nonformal di PKBM Armada, Karang Tengah, Banjarnegara. Afra berhasil lulus dari program Kejar Paket B (setara SMP) setelah mengikuti proses belajar mengajar intensif selama satu bulan lebih, dengan intensitas pertemuan tiga kali dalam seminggu.

Afra menceritakan alasan unik di balik keputusannya memilih jalur pendidikan kesetaraan. Hal tersebut lantaran aktivitas kesehariannya yang juga fokus mendalami ilmu agama di pondok pesantren. “Saya juga mondok sih. Iya di sana enggak ada formal, adanya kalau formal itu kelas SMA,” tutur Afra.

Kelulusan massal yang digelar di Aula Surya Yudha Park ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi warga Banjarnegara lainnya yang belum sempat menuntaskan pendidikan dasar maupun menengah. Keberadaan ijazah kesetaraan yang kini memiliki legalitas kuat dan diakui sah untuk melanjutkan studi maupun melamar pekerjaan, diharapkan dapat terus mendongkrak angka rata-rata lama sekolah sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Banjarnegara.

Sebagaimana ditegaskan oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, wisuda massal program kesetaraan ini merupakan buah dari komitmen kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat. Langkah ini krusial mengingat angka rata-rata lama sekolah di Banjarnegara saat ini masih memerlukan dorongan kuat.

“Jadi ini adalah salah satu upaya kerja sama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dengan seluruh elemen yang ada di Banjarnegara untuk meningkatkan partisipasi sekolah, karena IPM kita masih rendah. Dan tentunya dengan 2.160 hari ini diresmikan lulus kejar paket A, B, dan C ini harapannya bisa mendongkrak nilai IPM Kabupaten Banjarnegara,” ujarnya. (cr1/ree/rds)