REMBANG, Joglo Jateng – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Rembang optimistis iklim investasi di daerah akan semakin berkembang.
Keyakinan tersebut didasarkan pada komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dalam menciptakan kemudahan berusaha. Hal ini diwujudkan melalui pelayanan perizinan yang semakin baik serta dukungan penuh terhadap dunia usaha.
Ketua Kadin Kabupaten Rembang, Arifin mengatakan, keberadaan pemerintah memiliki peran strategis sebagai mitra para pelaku usaha. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan perizinan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai pengusaha, tentu berharap pelayanan perizinan bisa terus ditingkatkan. Karena pemerintah merupakan mitra penting dalam mendukung dunia usaha,” ujarnya.
Menurut Arifin, kemudahan dalam proses perizinan akan memberikan kepastian bagi investor. Hal ini sekaligus dapat mempercepat realisasi berbagai rencana investasi di daerah.
Kondisi tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun pembukaan lapangan kerja baru.
Ia menambahkan, sinergi yang selama ini dibangun antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi modal penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Dengan adanya komitmen tersebut, Kadin optimistis minat investor datang ke Rembang akan terus meningkat.
“Saya optimistis investasi di Rembang ke depan akan semakin baik. Pemerintah daerah sangat mendukung dan memiliki komitmen kuat dalam mengawal investasi yang masuk,” katanya.
Optimisme tersebut sejalan dengan capaian investasi Kabupaten Rembang pada Triwulan I 2026. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, realisasi investasi menunjukkan angka yang menjanjikan.
Selama periode tersebut, investasi mencapai Rp 234,58 miliar atau setara 16,76 persen dari target investasi dalam RPJMD Tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 1,484 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Rembang, Dwi Martopo menjelaskan, investasi yang masuk tidak hanya tercermin dari besarnya nilai modal. Tetapi juga dari manfaat ekonomi riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu indikatornya adalah meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Pada Triwulan I Tahun 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 5.377 orang, atau naik 14,62 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.
“Penurunan nilai investasi tidak berdampak pada tenaga kerja. Justru penyerapan tenaga kerja meningkat,” ungkapnya.
“Ini menunjukkan investasi yang ada tetap produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya. (adm/fat/rds)










