Siswa SMK Assa’idiyah Kudus Raih Juara 3 Nasional Berkat Inovasi Tempat Sampah Sensorik Eco Waste Tracker

INOVASI: Dwi Lutfiana sedang menjelaskan soal tempat sampah otomatis, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Prestasi gemilang kembali diraih oleh siswa-siswi SMK Assa’idiyah yang berlokasi di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Tim dari sekolah tersebut berhasil meraih juara 3 dalam ajang Olimpiade Teknologi Nasional yang diselenggarakan di Telkom University Purwokerto.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh puluhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari seluruh Indonesia.

Tim SMK Assa’idiyah yang lolos ke ajang nasional tersebut terdiri dari tiga siswa, yaitu Ilyas Ezra Laksmana, Nandheni Estianti Putri, dan Dwi Lutfiana.

Mereka bertanding dengan mengusung inovasi Eco Waste Tracker, sebuah tempat sampah pintar berbasis sensor yang dirancang untuk memilah sampah organik dan anorganik secara otomatis.

Dwi Lutfiana selaku perwakilan tim mengungkapkan, ide pembuatan proyek ini berawal dari kondisi tempat sampah di kawasan Tanjungrejo yang dinilai kurang maksimal dalam pengelolaannya.

Untuk itu, pihaknya mencoba menangani atau memilah sampah sejak dari rumah.

“Proses pembuatan tempat sampah sensorik ini memakan waktu sekitar satu bulan dan telah melalui tahap uji coba,” terang Dwi pada Senin (20/7/2026).

“Tujuan utama dari inovasi ini adalah mengedukasi masyarakat agar pemilahan sampah dapat dilakukan secara maksimal serta memastikan sampah organik dan anorganik tidak tercampur,” imbuhnya.

Ke depan, Eco Waste Tracker rencananya akan diimplementasikan terlebih dahulu di lingkungan sekolah sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk dipasarkan ke masyarakat umum.

Market-nya ke rumah tangga,” tambah Dwi.

“Nanti bisa dikembangkan lagi sesuai dengan permintaan.”

Selain proyek tempat sampah sensorik, SMK Assa’idiyah juga diketahui memiliki sejumlah inovasi teknologi lainnya.

Seperti lampu jalan otomatis, e-ticket parkir, serta sistem untuk menyalakan dan mematikan lampu atau AC melalui ponsel.

Sebelumnya, siswa SMK Assa’idiyah juga telah menciptakan dua aplikasi yang tersedia di Play Store, yaitu Doakan dan SMK Assa.

Dwi menjelaskan, setelah dirinya lulus, inovasi ini akan dilanjutkan oleh adik-adik kelas yang sudah dilatih secara khusus.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pengembangan proyek-proyek teknologi yang telah dirintis.

Sementara itu, Kepala Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Iwan memberikan apresiasi tinggi atas capaian para siswa.

“Ke depannya bisa berinovasi lebih keren dan kreatif lagi, syukur-syukur bisa selalu menjuarai lomba,” harapnya. (cr2/fat/rds)