BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara menegaskan kunci utama keberlanjutan koperasi terletak pada profesionalisme dan kualitas manajemen, bukan sekadar skala usaha.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono, memaparkan data komprehensif mengenai kondisi perkoperasian di wilayahnya.
Saat ini, tercatat ada 445 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Banjarnegara. Namun, dari total tersebut, hanya 170 koperasi yang dinyatakan berstatus aktif di luar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan KDKMP.
“Dari 170 koperasi aktif, hasil evaluasi menunjukkan 140 masuk kategori sehat. Hari ini kami berikan penghargaan kepada 10 koperasi terbaik,” ujar Adi Cahyono saat perayaan Hari Koperasi ke-79, Rabu (22/7/2026).
“Penilaian ini murni karena pengelolaan manajemennya yang sangat baik, bukan karena besarnya aset,” imbuhnya.
Adi juga mengingatkan seluruh pengurus akan pentingnya transparansi agar koperasi tidak hancur di tengah jalan.
“Tantangan terbesar koperasi adalah konsistensi manajerial. Mayoritas yang tidak aktif disebabkan oleh tata kelola internal yang buruk dan tidak transparan,” tambahnya.
Sebagai bentuk motivasi, perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara menyerahkan penghargaan kepada 10 pengelola koperasi sehat terbaik. Koperasi tersebut dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi anggotanya.
Wakil Bupati (Wabup) Banjarnegara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan.
“Kami ingin seluruh pengurus, pengawas, dan anggota terus berpartisipasi aktif. Pemkab berkomitmen mengawal pembinaan manajerial agar jumlah koperasi sehat di Banjarnegara terus meningkat,” tegasnya. (cr1/ree/rds)










