Perkuat Proyek Pengendalian Air
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, penanganan banjir kali ini menjadi momentum memperkuat dua proyek besar pemerintah pusat, yakni Giant Sea Wall dan Kolam Retensi.
“Mungkin sekarang publik mulai memahami bahwa pemerintah pusat punya dua program besar dan bagus untuk Semarang dan Demak, yaitu Giant Sea Wall yang sudah hampir selesai dan kolam retensi,” jelas Agustina.
Ia mengakui, beberapa penyesuaian proyek sempat menimbulkan kemacetan dan genangan di sejumlah titik. Namun kini, jalur proyek sudah dibuka dan aliran air diperlebar.
“Tiga hari lalu jalan proyeknya sudah dibongkar sehingga jalannya lancar. Pembuangan air juga dipotong jadi lebih lebar, sehingga jalur air menjadi lebih besar,” paparnya.
Di sisi lain, seluruh pompa milik Pemkot Semarang dan Badan Pengelola Wilayah Sungai (BPWS) kini difokuskan untuk wilayah padat penduduk. Beberapa bantuan pompa dari daerah lain seperti Jepara dan Pekalongan juga telah tiba untuk mempercepat proses penyedotan.
“Pompa dari berbagai daerah dikonsentrasikan di sini, karena yang kita punya hanya cukup untuk pemukiman yang terkena banjir,” katanya.
Ia memastikan koordinasi di lapangan berjalan terpadu dengan Satgas Pompa sebagai pusat kendali.
“Komando untuk penanganan pompanya, mau jalan atau istirahat, ada di beliau (Dandim). Penanganan jalur kalau macet juga beliau yang atur. Jadi kita bekerja sama,” ujar Agustina.
Selain fokus mengeringkan genangan, Pemkot juga membuka posko logistik, kesehatan, dan dapur umum dengan dukungan Polda Jateng dan Polres Semarang. Data sementara menunjukkan jumlah warga terdampak menurun dari 32 ribu menjadi 28 ribu jiwa.
“Dampak paling berat adalah ekonomi. Banyak warga yang tidak bisa bekerja, sekolah tutup, dan aktivitas perdagangan terhenti. Potensi kerugian ekonominya mencapai ratusan miliar rupiah selama 10 hari terakhir,” ungkapnya.
Agustina berharap, rekayasa cuaca yang dijalankan BNPB terus berhasil menahan curah hujan di wilayah hulu.
“Harapan terbesar masyarakat adalah jangan hujan. Rekayasa cuacanya harus berhasil, karena ini baru surut sedikit dan air laut masih pasang,” pungkasnya. (luk/iza)










