Hari ke-13 Banjir Semarang, Satgas Pompa Siaga 24 Jam

UPAYA: Petugas tengah mengoperasikan pompa untuk memastikan seluruh genangan tersedot, Senin (3/11/25). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Memasuki hari ke-13 bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, pemerintah pusat dan daerah memperkuat langkah penanganan di lapangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pompa yang siaga 24 jam penuh untuk memastikan seluruh genangan bisa disedot habis dalam waktu dekat.

Kepala BNPB Suharyanto, mengatakan, banjir yang melanda hampir dua pekan ini mulai menunjukkan tanda-tanda surut, meski masih ada beberapa titik yang perlu penanganan ekstra. Ia menyebut, di hari ke-13 genangan relatif sudah surut hampir di semua titik.

“Khususnya jalan utama menuju Kudus dan Demak sudah relatif lancar. Meski di beberapa titik masih harus antre karena genangan sedang diproses penanganannya,” ujarnya saat turun langsung meninjau lokasi di kawasan Kaligawe, Senin (3/11/2025).

Suharyanto mengungkapkan, salah satu kendala utama di lapangan adalah jumlah pompa yang terbatas serta beberapa unit yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI dan Polri membentuk satgas khusus yang dikomando oleh Dandim Kota Semarang untuk memantau kinerja pompa setiap saat.

“Kami membentuk Satgas Pompa yang dipimpin Dandim Kota Semarang. Pompa ini 24 jam dilihat debit airnya. Kalau ada yang rusak diperbaiki, yang kurang ditambah,” tegasnya.

Hingga kini, tercatat 128 unit pompa air telah dioperasikan di seluruh wilayah Kota Semarang. Beberapa di antaranya merupakan bantuan dari daerah lain seperti Demak, Kudus, dan Solo.

“Pompa-pompa dari luar daerah sementara kita ambil. Kalau nanti sudah datang hujan dan ternyata tidak banjir berarti pompa yang ada di Semarang sudah cukup,” imbuh Suharyanto.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, kolam retensi Terboyo memiliki peran vital dalam sistem pengendalian banjir di wilayah timur Semarang. Kolam ini juga terintegrasi dengan tanggul laut dan sistem drainase utama, sehingga berfungsi menurunkan genangan di Jalan Kaligawe serta kawasan industri di sekitarnya.

Sejak awal tanggap darurat, Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang berkoordinasi erat dengan BNPB dan Kementerian PU.

“Artinya, kerja-kerja kolaboratif ini akhirnya bisa memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Ini juga menjadi model bahwa kita bisa bekerja bersama,” kata Luthfi.

Luthfi menambahkan, banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak beberapa hari terakhir menjadi pelajaran berharga, supaya daerah tersebut tidak banjir lagi.