‎Pelajar SMA 1 Demak Diajak Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas

‎SIMAK: Saat pelajar SMA 1 Demak diberikan edukasi mengenai keselamatan berlalulintas, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Demak. Sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025, jajaran kepolisian menyambangi SMA Negeri 1 Demak untuk memberikan sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara.

‎Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Demak, AKP Thoriq Azis dengan tujuan menanamkan kesadaran tertib lalu lintas sejak usia sekolah. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok penting yang harus dibekali pemahaman terkait keselamatan berkendara karena mereka akan memasuki usia produktif dalam waktu dekat.

‎“Operasi Zebra Candi 2025 kami fokuskan pada penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem ETLE, baik statis maupun mobile. Tujuannya agar penindakan lebih objektif, transparan, dan berbasis bukti,” jelasnya.

‎Ia menerangkan bahwa operasi berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya sekolah, sosialisasi juga dilakukan di berbagai titik aktivitas seperti kawasan Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, area wisata, industri, pangkalan ojek online, hingga pusat keramaian lainnya.

‎Kasatlantas menegaskan ada delapan pelanggaran utama yang menjadi prioritas penindakan selama operasi berlangsung, yakni tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan melawan arus.

‎Ada pula pengendara di bawah umur, berkendara melebihi batas kecepatan, menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi dalam pengaruh alkohol, dan pelanggaran muatan dan keselamatan kendaraan.

‎“Semua poin itu berpotensi menjadi pemicu kecelakaan. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa menekan risikonya,” ujarnya.

‎Ia berharap sosialisasi dapat melahirkan perilaku tertib lalu lintas lintas usia dan profesi.

‎“Semakin banyak yang paham dan patuh, semakin besar peluang kita menurunkan angka kecelakaan di Kabupaten Demak. Kamseltibcarlantas bukan slogan, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

‎Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Demak, Muhammad Ariffandi menyampaikan bahwa edukasi langsung dari kepolisian menjadi pembelajaran penting bagi siswa. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab.

‎“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi ini. Anak-anak jadi memahami risiko berkendara sekaligus pentingnya mematuhi aturan. Harapannya, mereka bisa menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa SMAN 1 Demak siap bekerja sama dengan Polres Demak untuk memastikan budaya tertib lalu lintas menjadi bagian dari pembinaan karakter pelajar. (adm).