Pati  

Cuaca Buruk Hambat Pasokan, Harga Ikan Laut di Pasar Puri Pati Mulai Merangkak Naik

Pedagang sedang melayani pembeli di lapak ikan Pasar Puri Kabupaten Pati di tengah kenaikan harga akibat cuaca buruk
BERJUALAN: Pedagang ikan di Pasar Puri sedang menunggu pelanggan, Minggu (7/12/25). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas ikan di Pasar Puri, Kabupaten Pati, terpantau mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat bagi nelayan.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Puri, Samini, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi pada hampir semua jenis ikan laut. Kenaikan tertinggi tercatat pada jenis ikan banyar.

“Sebelumnya harga ikan banyar sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Rincian Kenaikan Harga

Selain ikan banyar, beberapa jenis ikan favorit konsumsi masyarakat juga mengalami penyesuaian harga:

  • Ikan Dorang: Naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 42.000 per kg.

  • Ikan Blanak: Naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kg.

  • Ikan Nila: Naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 32.000 per kg.

Menurut Samini, kelangkaan stok ikan laut ini murni disebabkan oleh faktor alam. Cuaca buruk membuat pasokan dari tempat pelelangan atau pengepul menjadi tersendat. “Mungkin barang jadi langka karena cuaca buruk sangat berpengaruh,” tambahnya.

Meski harga melambung, Samini mengaku jumlah pembeli relatif stabil dan tidak sepi. Hal ini disinyalir karena kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Nelayan Kesulitan Melaut

Hal senada diungkapkan oleh pedagang ikan lainnya, Sujarwo. Ia mengaku harga tebus dari tempat kulakan memang sudah tinggi. Kondisi ombak besar di perairan utara Jawa membuat hasil tangkapan nelayan menurun drastis.

“Kondisi laut sedang cuaca buruk, ombaknya besar. Nelayan mau menangkap ikan jadi susah,” jelas Sujarwo. (lut/fat)