PEMALANG, Joglo Jateng – Anggota Komisi C DPRD Pemalang, Rinaldi Firdaus Kautsar, menyoroti polemik penataan PKL Citywalk Sudirman yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang segera mengambil langkah konkret, termasuk menyediakan area khusus bagi pedagang agar tidak semrawut.
Isu penataan pedagang di kawasan ini memang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Publik terbelah menjadi dua kubu: pihak yang menginginkan trotoar steril bagi pejalan kaki, dan pihak yang memandang berdagang adalah hak ekonomi warga yang harus didukung.
Tegakkan Perda dan Sosialisasi Masif
Menanggapi hal tersebut, Aldi—sapaan akrab Rinaldi—meminta Pemkab lebih gencar menyosialisasikan aturan yang berlaku. Regulasi tersebut yakni Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pemalang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima serta Perbup Nomor 88 Tahun 2017.
“Pastinya sosialisasi harus masif. Satpol PP juga harus tegas tidak memperbolehkan pedagang berdagang atau mendirikan tenant dagangan di sepanjang Citywalk,” tegas Aldi.
Usulkan Konsep Teras Malioboro
Sebagai solusi jalan tengah, politisi muda ini mengajukan konsep penataan yang lebih manusiawi dan estetis. Ia menyarankan agar tenant UMKM dipusatkan dengan mencontoh skema Teras Malioboro di Yogyakarta.
Dengan konsep tersebut, wilayah Citywalk diharapkan bisa lebih bersih, asri, dan nyaman bagi pejalan kaki tanpa mematikan rezeki pedagang. Aldi menawarkan dua opsi strategis:
- Sentralisasi Terpusat: Membuat area khusus seperti Teras Malioboro.
- Penyeragaman Desain: Jika tetap diizinkan di sekitar Citywalk, desain tenant harus seragam demi estetika kota.
“Jangan sampai kebijakan yang akan diambil merugikan pelaku UMKM di sekitar jalan tersebut. Jangan sampai kebijakan merugikan mereka,” imbuhnya.
Guna menindaklanjuti usulan ini, Komisi C Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Pemalang berencana mengundang jajaran Pemkab Pemalang. Forum tersebut akan digunakan untuk berdiskusi dan meminta kepastian terkait konsep penataan UMKM yang matang dan berkelanjutan. (fan/sam)










