Fokus Mitigasi Bencana! 160 Mahasiswa Unsoed Mulai Mengabdi di 15 Desa Banyumas

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat menerima mahasiswa KKN Unsoed Purwokerto
SIMBOLIS: Acara penerimaan 160 mahasiswa Unsoed Purwokerto untuk melaksanakan KKN di wilayah Kabupaten Banyumas di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Sebanyak 160 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto resmi diterjunkan untuk melaksanakan program KKN Unsoed di Banyumas. Suasana penerimaan berlangsung resmi saat Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyambut para mahasiswa yang siap mengabdi tersebut, baru-baru ini.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kali ini mengusung konsep kolaboratif yang menggabungkan KKN tematik reguler, pemberdayaan masyarakat, serta tematik penurunan risiko bencana. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap potensi bencana alam.

Fokus pada Mitigasi Bencana dan Ekonomi

Rektor Unsoed Purwokerto, Prof Akhmad Sodiq menjelaskan, sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa telah mendapatkan pembekalan khusus hasil kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas.

“Dengan kerja sama dengan BPBD Kabupaten Banyumas, kami juga telah melaksanakan pembekalan kepada adik-adik mahasiswa ini. Kami harapkan adik-adik mahasiswa ketika terjun ke masyarakat sudah benar-benar siap, matang untuk berkolaborasi dan bekerja dengan masyarakat,” ujar Rektor.

Prof Akhmad Sodiq merinci, pelaksanaan KKN akan berlangsung selama 35 hari. Para mahasiswa disebar ke 15 desa di dua kecamatan, dengan rincian:

  • 9 desa di Kecamatan Somagede.
  • 6 desa di Kecamatan Kedungbanteng.

Program kerja yang dirancang telah disesuaikan dengan peta potensi bencana di masing-masing wilayah. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas dan ketahanan warga dalam menghadapi risiko bencana.

Selain mitigasi bencana, mahasiswa juga ditargetkan berkontribusi dalam lima sektor utama, yakni:

  • Bidang ekonomi.
  • Pemberdayaan lingkungan.
  • Kesehatan.
  • Pendidikan.
  • Pemerintahan desa.