Semarak Ramadan, SD 1 Mlatinorowito Kudus Gelar Pesantren Kilat dan Bagi Takjil

Siswa-siswi SD 1 Mlatinorowito sedang membagikan paket takjil kepada pengendara di pinggir jalan pada bulan Ramadan.
Sejumlah siswa SD 1 Mlatinorowito tampak antusias membagikan takjil kepada warga yang melintas di sekitar area sekolah. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Selama bulan suci Ramadan, SD 1 Mlatinorowito di Kabupaten Kudus menghadirkan berbagai program keagamaan yang semarak bagi para siswanya. Agenda kegiatan ini dirancang khusus untuk membentuk karakter religius sekaligus meningkatkan pembiasaan ibadah anak-anak di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SD 1 Mlatinorowito, Nita Yuliana, memaparkan bahwa pihak sekolah menerapkan sejumlah aturan khusus selama bulan puasa. Seluruh siswa diwajibkan membawa kitab juz amma setiap hari.

Selain itu, khusus bagi siswi perempuan diwajibkan memakai kerudung selama berada di sekolah, dan setiap mata pelajaran agama dilangsungkan dengan mengenakan busana muslim.

“Setiap pagi, anak-anak berkumpul untuk membaca juz 30 bersama. Ini untuk membiasakan mereka dekat dengan Al-Qur’an,” ujar Nita.

Pesantren Kilat dan Aksi Berbagi Takjil

Sejak awal Ramadan, kegiatan belajar mengajar selalu diawali dengan rutinitas kerohanian, seperti doa bersama, tadarus Al-Qur’an, dan salat Dhuha. Sekolah juga menyisipkan kuis interaktif bertema keislaman untuk memantik semangat para murid.

Di samping kegiatan harian tersebut, sekolah juga sukses menggelar program pesantren kilat pada Sabtu (7/3/2026) lalu. Kegiatan ini diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh murid dari jenjang kelas 1 hingga 6.

Rangkaian kegiatannya terbilang padat dan edukatif, mulai dari mengaji, menonton film islami, hingga mengikuti kuis Ramadan.

Khusus untuk siswa kelas 4 hingga 6, puncak acara ditutup dengan aksi berbagi takjil kepada masyarakat sekitar. Setelah itu, mereka melanjutkan kegiatan dengan salat Magrib berjamaah, buka bersama, hingga salat Tarawih di sekolah.

Praktik Langsung Zakat Fitrah

Lebih jauh, program sosial menjadi pilar penting dari pendidikan karakter Ramadan di sekolah ini. Pihak sekolah menyelenggarakan pengumpulan zakat fitrah yang dilangsungkan pada 9–13 Maret.

Hasil pengumpulan tersebut kemudian disalurkan secara langsung kepada warga yang berhak menerima pada Sabtu (14/3/2026). Dalam proses ini, para siswa dilibatkan secara langsung agar mereka dapat memahami tata cara praktik zakat dan mendalami esensi berbagi.

Nita berharap serangkaian program padat ini dapat menjadi sarana yang efektif dalam pembentukan akhlak dan kepedulian sosial anak didiknya sejak dini.

“Semoga anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap ibadah,” pungkasnya. (iza/fat/rds)