PURWOREJO, Joglo Jateng – Wacana sekolah daring yang digulirkan dengan dalih efisiensi energi operasional kini tengah menuai sorotan dan perdebatan dari berbagai pihak. Keputusan krusial yang menyangkut nasib jutaan siswa dan kualitas pendidikan di daerah ini dinilai pantang diambil hanya demi memangkas biaya pengeluaran pemerintah.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan menegaskan, upaya efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, sekolah bukan sebatas tempat transfer keilmuan (kognitif), melainkan wadah vital untuk pembentukan karakter dan interaksi sosial anak.
Menerapkan sistem pembelajaran tanpa tatap muka murni demi menghemat tagihan listrik atau biaya pemeliharaan gedung berisiko tinggi merusak ekosistem pendidikan jangka panjang.
“Bagi PGRI Purworejo dan praktisi pendidikan, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas pedagogis dan kehadiran fisik guru yang sulit digantikan oleh layar,” tegas Irianto, Kamis (26/3/2026).
Berkaca dari pengalaman kelam selama pandemi Covid-19, sistem daring memicu ancaman learning loss atau penurunan capaian belajar yang drastis. Kesenjangan akses bagi siswa dari keluarga prasejahtera juga akan semakin tajam, ditambah hilangnya interaksi langsung yang berpotensi meningkatkan risiko stres pada anak dan beban orang tua.
Nasib Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Di tengah wacana efisiensi tersebut, nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut disinggung. Meski memakan anggaran negara yang tak sedikit, PGRI menilai penghentian sementara program tersebut bukanlah langkah yang bijak.
“MBG sering dilihat sebagai investasi untuk mengatasi stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar. Jika dihentikan, potensi kerugian jangka panjang (kualitas SDM yang rendah) bisa lebih besar daripada penghematan anggaran saat ini,” ungkapnya.
Selain mengatasi urusan gizi, program MBG juga memiliki fungsi stimulan yang menggerakkan roda perputaran ekonomi bagi UMKM lokal serta penyedia bahan pangan di sekitar sekolah.










