Demak  

Atasi Krisis Air Pascabanjir, Polres Demak Bangun Sumur Bor untuk Ratusan Warga Guntur

KETERANGAN: Fasilitas sumur bor dibangun untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur pascabanjir, kemarin. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Ratusan warga Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, akhirnya bisa bernapas lega setelah sempat dilanda krisis air bersih. Kepolisian Resor (Polres) Demak menggandeng PT Saprotan Utama membangun fasilitas sumur bor untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pascabencana banjir.

Langkah tanggap darurat ini dilakukan sebagai respons atas minimnya akses air bersih yang dirasakan oleh sekitar 118 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 400 jiwa di wilayah tersebut.

Selama ini, warga setempat hanya mengandalkan fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang kapasitasnya sangat terbatas. Terlebih, banjir yang melanda daerah tersebut membuat kelancaran krisis air bersih pascabanjir semakin nyata.

Kepala Desa Trimulyo, Supawi, mengungkapkan bahwa persoalan air bersih memang telah lama menjadi kendala utama bagi warganya. Kondisi ini terasa semakin mencekik ketika sumber air yang ada tidak sebanding dengan kebutuhan.

“Selama ini warga harus mencari alternatif lain untuk mendapatkan air bersih. Hal itu tentu tidak mudah, apalagi saat kondisi pascabanjir seperti sekarang,” ujar Supawi.

Solusi Konkret Atasi Kekeringan

Menurut Supawi, pembangunan sumur bor di Demak ini menjadi solusi konkret yang sangat dinantikan masyarakat.

Nantinya, aliran air dari fasilitas tersebut akan difokuskan untuk menunjang kebutuhan krusial sehari-hari, seperti memasak, mandi, hingga urusan rumah tangga lainnya.

Adapun proses pembangunan fasilitas penunjang kehidupan ini resmi diawali melalui serangkaian doa bersama dan tasyakuran di Masjid Jami’ Baitur Rohim pada Selasa (28/4/2026).

Acara peresmian awal tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Guntur, pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat setempat, serta perwakilan mahasiswa.

Kolaborasi Pemulihan Pascabencana

Selain menjadi sarana pemenuhan hak dasar warga, bantuan sumur bor dari Polres Demak dan PT Saprotan Utama ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan bencana.

Supawi secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Sinergi antara institusi penegak hukum dan sektor swasta dinilai sangat esensial untuk memulihkan ketahanan lingkungan desa.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Kami berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dan benar-benar membantu masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya. (adm/fat/rds)