KUDUS, Joglo Jateng – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus.
Berbagai perlombaan khas Agustusan mulai disiapkan, kebutuhan atribut kemerdekaan pun mulai diburu masyarakat. Namun, geliat tersebut belum dirasakan seluruh pelaku usaha.
Pesanan piala meningkat hingga ratusan buah per hari, sementara pedagang bendera musiman masih harus menunggu pembeli.
Bagi pelaku usaha pembuat dan penjual piala, momentum Agustus menjadi salah satu periode tersibuk dalam setahun.
Kondisi tersebut dirasakan Gemilang 99, usaha piala dan perlengkapan penghargaan milik Mubarok di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Menjelang bulan kemerdekaan, pesanan mulai berdatangan. Produksi yang biasanya berjalan normal meningkat hingga ratusan piala per hari.
Pesanan tidak hanya datang dari Kudus, tetapi juga dari sejumlah daerah lain.
“Kalau 17 Agustusan memang lomba-lomba 17-an. Sekarang juga ada lomba Pramuka, jadi pesanan sudah masuk. Rata-rata produksinya sampai ratusan per hari,” terang Mubarok, didampingi istrinya, Imma Husnul Himnah, belum lama ini.
Menurut Mubarok, lonjakan pesanan mulai terasa menjelang puncak perayaan 17 Agustus. Selain dari Kudus, pesanan juga datang dari Kabupaten Demak dan daerah lainnya.
“Alhamdulillah sudah banyak yang masuk, bahkan dari luar kota. Ada dari Demak dan daerah lainnya,” ujarnya.

Di tempat produksinya, Mubarok tidak hanya menyediakan piala. Beragam kebutuhan penghargaan dan perlengkapan seremoni turut tersedia.
Mulai dari plakat, selempang, samir, buket, hingga aksesori pendukung wisuda.
Fungsi piala pun kini semakin beragam. Tidak hanya digunakan sebagai hadiah perlombaan, piala juga dapat dimanfaatkan sebagai kenang-kenangan bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan.
“Sekarang piala itu sudah dimodifikasi. Bisa buat kenang-kenangan,” tambahnya.
Untuk harga, piala yang dijual cukup beragam, bergantung pada ukuran, bahan, dan desain. Piala tersedia dalam bentuk satuan maupun paket juara satu, dua, dan tiga.
Harga termurah sekitar Rp15 ribu untuk satuan dan Rp60 ribu per set.
Sementara itu, piala berukuran besar dengan desain khusus dapat mencapai ratusan ribu rupiah. Mubarok bahkan pernah mengerjakan pesanan piala dengan tinggi hampir dua meter seharga sekitar Rp580 ribu.
“Kalau paling mahal kemarin ada yang sampai sekitar Rp580 ribu. Tingginya hampir dua meter,” imbuhnya.










