Kudus  

Tingkatkan Kecerdasan Emosional melalui Turnamen Sepak Bola

KERJA KERAS: Tampak siswa-siswi MI maupun SD sedang unjuk kemampuan dalam merebut bola di Supersoccer Arena, Kudus, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 2.100 siswi dari 106 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Eks Karesidenan Pati antusias mengikuti turnamen sepak bola putri. 175 tim sepak bola putri U-12 berjumlah 86 tim dan U-10 sebanyak 89 tim tersebut akan unjuk kemampuan terbaik di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus.

Kepala Kemenag Kudus, Suhadi menyampaikan, turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bertajuk MilkLife Soccer Challenge 2023 Batch 2. Hal itu mampu membekali anak di bidang akademik maupun non akademik. Kompetensi yang disiapkan, nantinya berguna dalam membangun komunikasi dan sosial anak.

“Tentunya sepak bola putri untuk anak-anak itu sebagai sarana membangun komunikasi, kritisi bagi setiap masing-masing anak. Terlebih, Sepak bola adalah team beregu,” tuturnya kepada Joglo Jateng, Selasa (29/8/23).

Kemudian, ia juga menambahkan, kegiatan ini termasuk sarana pengembangan kompetensi non akademis yang dapat mengasah kemampuan mereka. Karena olahraga adalah team, maka hal yang dibutuhkan yaitu komunikasi dan kolaborasi. Hal itu bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan emosional.

“Itu juga yang mendasari dukungan dan sinergi yang memfokuskan akademik maupun non akademik. Program ini mendukung terwujudnya generasi yang sehat jasmani dan rohani. Disamping itu banyak yang teridentifikasi belum banyak gerak,” bebernya.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyampaikan, untuk kompetensi kali ini peserta membludak hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Digelarnya kegiatan itu lantaran mendapat dukungan oleh Kemenag Kudus yang membuat siswa-siswi madrasah berpartisipasi.

“Mudah-mudahan muncul bibit-bibit baru seperti Syifa yang kompetensi kemarin. Diharapkan team lain juga memberikan warna lain. Karena even ini punya kelas dan gengsi yang berbeda,” tukasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan membuat pemain sepak bola putri tersebut berkiprah ke jenjang tinggi. Agar, nantinya sepak bola putri mampu melangkah jauh ke level internasional. Diharapkan event tersebut membuat para pemain atau klub maju ke level selanjutnya. (cr12/fat)