KUDUS – Guna untuk menunjang kinerja dalam mengatasi berbagai kebencanaan di Kota Kretek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, masih membutuhkan beberapa armada tambahan untuk menanggulangi terjadinya bencana, supaya lebih maksimal.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsaiagaan BPBD Kudus, Wiyoto mengatakan, pihaknya sebenarnya masih membutuhkan banyak armada tambahan. “Kalau bicara terkait armada, kita memang masih membutuhkan tambahan. Kami sedang mengajukan hal tersebut tahun ini,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Armada yang dirasa dibutuhkan pihaknya untuk proses kebencanaan, yakni kendaraan double kabin 4×4 dua unit, satu unit crane atau alat serba guna, satu unit mobil operasional evakuasi, dan satu dump truk untuk kebutuhan lainnya. Juga sarana prasarana (Sarpras) untuk mengevakuasi.
“Pick up double kabin yang kami miliki memang sudah tua. Selain itu fasilitas-fasilitas tersebut memang kebutuhan primer kami untuk menangani bencana. Namun, untuk sarpras yang tersedia di BPBD, dirasa masih bisa untuk dimaksimalkan dalam penanganan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Budi Waluyo mengiyakan terkait perlunya penambahan armada yang dirasa masih butuh tambahan. Pihaknya mengharapkan adanya peremajaan.
“Kami sedang mengusulkan terkait hal itu ke Bencaaa. Namun, terealisasikan atau tidaknya kami belum mengetahui,” imbuhnya.
Untuk unit yang sudah dimiliki BPBD Kudus saat ini, satu unit ambulans, dua mobil jenazah, dua mobil double kabin, satu pemadam kebakaran, satu unit mobil evakuasi, dua mobil tangki air. Lalu, lima perahu karet, pelampung dan alat selam sekitar 100.
Wiyoto berharap, kebutuhan sarpras segera direalisasi. Namun hal itu tidak menjadi alasan untuk selalu tetap maksimal dalam penanganan bencana. “Maksimalkan yang ada semaksimal mungkin,” tutupnya.(sam/akh)










