KUDUS, Joglo Jateng – Berbagai ragam even dilaksanakan guna memeringati Hari Lahir RA Kartini, Minggu (21/4/24). Termasuk SMK NU Banat Kudus yang memeriahkannya dengan apel, workshop perempuan, lomba menghias tumpeng dan fashion show.
Waka Kesiswaan SMK NU Banat, Sitta Zukhrufa menyebutkan, peringatan ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan. Sebagai sekolah berbasis fashion, ratusan siswi SMK NU Banat diberikan ajang untuk tampil dalam lomba fashion show.
“Khusus di hari ini (Kemarin, Red), fashion show mengambil tema fashion fungky kebaya muslimah. Yaitu kebaya yang dibalut dengan nuansa anak muda kekinian,” ujarnya kepada Joglo Jateng, Minggu (21/4/24).
Dikatakannya, dalam ajang itu, dengan beragam kreativitas, pelajar SMK NU Banat berlomba-lomba menginovasikan kebaya agar masih terlihat casual. Ada yang memodifikasi kebaya atau rok dari sarung, kebaya dengan model bergelombang. Dan paduan sepatu sneakers.
“Hal ini untuk mengajak kaum muda agar mencintai busana adat. Dengan membuatnya lebih menarik dan cocok di usia mereka,” katanya.
Dalam lomba hias tumpeng, lanjut Sitta, terdapat lima sajian tumpeng sebagai makanan khas di momen perayaan tertentu. Para pelajar membawa bahan dari rumah dan dihias di sekolah. Tujuannya agar mereka terbiasa dalam hal keindahan dan membuktikan skillnya.
Sementara itu, untuk mematangkan intelektual di momen perayaan Hari Kartini, siswi SMK NU Banat dibekali workshop dengan menghadirkan Akademisi Perempuan Kudus. “Workshop kami mengangkat tema keberhargaan diri perempuan. Kami ingin anak-anak mengetahu potensi perempuan yang ternyata sangat luas,” katanya,
Lebih lanjut ia memaparkan, peringatan Hari Kartini bukan hanya cerita turun temurun. Akan tetapi sebisa mungkin nilai yang diajarkan bisa dilestarikan. Misalnya, stigma bahwa perempuan selalu di bawah laki-laki. Padahal semuahal baik pendidikan maupun karir saat ini bisa diraih semua gender.
“Kami juga ingin para perempuan bisa menjaga diri baik-baik dengan meningkatkan harga dirinya. Sebab isu sekarang banyak pergeseran moral dengan korban rata-rata perempuan,” paparnya. (cr1/fat)










