KUDUS, Joglo Jateng — Pasar sayur yang beroperasi pada malam hingga pagi hari di depan Pasar Bitingan menyebabkan pusat perdagangan sayur dan bahan pokok di lantai dua sepi pengunjung. Pedagang pun mengeluhkan kondisi tersebut.
Sepinya kunjungan yang berimplikasi pada penurunan omzet ini dirasakan langsung oleh pedagang. Salah satunya yakni Tutik, pedagang sayur dan bahan pokok lainnya di lantai dua Pasar Bitingan.
“Kalau di sini kan banyak yang jualan di bawah, pasar malam sampai pagi. Yang shift malam itu, banyak di situ (omzet). Jadi pedagang yang di atas berkurang banyak omzetnya,” ungkapnya.
Dia juga mengaku, keberadaan pasar malam-pagi ini sudah berlangsung sejak lama. Namun dirinya lupa tahun berapa persisnya. Protes pun sudah berkali-kali dilayangkan tapi tidak mendapatkan respons baik.
“Sudah berkali-kali protes, cuman kan gitu. Sampai capek protes. Kadang di jawab sama-sama cari nafkah, kadang di jawab kalau kamu pengin turun aja,” terang Tutik.
Pengakuan serupa juga disampaikan pedagang lantai dua lainnya. Surisih mengaku, sepinya konsumen ini dikarenakan adanya perdagangan di depan pasar. Bahkan, banyak ditemui kios-kios yang kosong karena lesunya transaksi di lantai dua pasar.
“Banyak kosong, pinggir-pinggir kosong semua. Apa lagi di selatan pedagang ikan-ikan itu. Di bawah semua, di atas itu nggak ada orangnya,” kata dia.
Kondisi ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Kudus, Albertus Harys Yunanto, bahkan mengaku tidak mengetahui hal itu. “Kalau itu saya tidak tahu pastinya,” kata dia. (nik/fat)










