Rembang Gunakan Teknologi Pertanian Modern saat Panen Raya

BERSAMA: Panen raya di Desa Ngotet, Kecamatan Rembang dihadiri oleh Wakil Bupati Rembang, Senin (7/4). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Kabupaten Rembang menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian Panen Raya Padi MT 2024/2025 yang digelar serentak di 14 provinsi. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak. Termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, serta melibatkan teknologi pertanian modern untuk mendukung efisiensi dalam proses produksi.

Agenda yang berlangsung di lahan ubinan tersebut memanfaatkan berbagai alat pertanian canggih. Proses panen dilakukan menggunakan combine harvester. Sebuah mesin pemanen padi yang dapat memotong, merontokkan, dan membersihkan hasil padi secara otomatis.

Selain itu, olah lahan dilakukan dengan traktor. Yang memungkinkan persiapan lahan untuk tanam kembali berjalan cepat dan efisien. Tak kalah penting, proses penanaman dilakukan dengan menggunakan transplanter. Yakni sebuah alat yang dapat menanam bibit padi secara seragam dan cepat.

Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto optimisme terhadap hasil panen tahun ini. Dengan penggunaan teknologi yang semakin modern, pihaknya berharap dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Terlebih, dengan program Panen Raya.

“Kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, panen raya ini juga menjadi simbol dari keseriusan pemerintah dalam mendorong sektor pertanian. Melalui teknologi yang tepat guna. Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia turut memimpin acara panen raya serentak yang dilaksanakan di 14 provinsi, salah satunya di Rembang.

Keberhasilan panen raya ini pun tidak lepas dari upaya peningkatan teknologi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan petani setempat. Dengan produktivitas padi yang mencapai 5,5 ton per hektar, diharapkan Kabupaten Rembang dapat terus berperan sebagai salah satu daerah penghasil beras yang signifikan di Jawa Tengah. (uma/fat)