JEPARA, Joglo Jateng – Peluang produk unggulan asal Jepara untuk menembus pasar internasional semakin terbuka lebar. Melalui audiensi bersama Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan sebanyak 300 pelaku usaha untuk menjajal ekspor ke berbagai negara potensial.
Pertemuan berlangsung di Pringgitan Pendopo Kartini Jepara, Selasa (8/7), dengan fokus pembahasan penguatan ekspor mebel ukir dan kain tenun ikat Troso ke pasar Asia Pasifik dan kawasan strategis lainnya.
Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Trisari Dyah Paramita, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari diskusi tahun sebelumnya dengan sejumlah pemangku kepentingan di Jepara. Tujuannya adalah mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.
“Kami ingin memperkuat ekspor furnitur, karena ini termasuk komoditas unggulan nasional. Jika ekspor meningkat, dampaknya akan positif bagi pertumbuhan ekspor daerah secara keseluruhan,” jelasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihaknya akan memetakan negara tujuan ekspor dan mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli internasional. Tahap awal difokuskan pada Filipina, diikuti Korea Selatan, Malaysia, Uni Emirat Arab, India, dan Afrika Selatan.










