SEMARANG, Joglo Jateng – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Balai Diklat (Badiklat) Hukum Jawa Tengah menggelar Pelatihan Dasar (Latsar) Angkatan V dan Angkatan VI secara daring, Kamis (10/7), dengan mengangkat tema besar literasi digital dalam kaitannya dengan kesadaran bela negara dan kedaulatan sektor komunikasi digital.
Acara ini menghadirkan Dr. Muh Khamdan, widyaiswara Badiklat Hukum Jawa Tengah, sebagai fasilitator utama.
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini secara daring dari berbagai unit eselon utama Komdigi, serta Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) dari Jambi, Surabaya, Denpasar, Manado, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Kupang, Makassar, Merauke, dan Jayapura.
Pelatihan berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore, dengan sesi diskusi kelompok yang membedah isu-isu kontemporer strategis di ruang digital.
Delapan kelompok peserta menganalisis berbagai isu penting seperti pembudayaan literasi digital, keselamatan data pribadi, pengelolaan komunikasi digital strategis, keselamatan ruang digital bagi anak, serta upaya menangkal hoaks dan ujaran kebencian.
Pendekatan diskusional ini ditujukan agar para peserta memiliki pemahaman yang mendalam dan kontekstual terhadap tantangan dunia digital yang kian kompleks.
Menurut Dr. Muh Khamdan, literasi digital bukan lagi sekadar keterampilan teknis, melainkan bagian dari pertahanan siber nasional.
“Jika kita abai dalam pembudayaan literasi digital, kita membuka celah bagi infiltrasi budaya asing, penipuan digital, bahkan potensi pelemahan kedaulatan digital nasional,” ujarnya dalam sesi pembuka.
Para peserta juga menyimak sejumlah video studi kasus yang menggambarkan kerentanan ruang digital Indonesia.
Mulai dari penyebaran konten pornografi, penipuan daring, teror digital, hingga eksploitasi anak di media sosial menjadi perhatian utama.
Pemutaran video ini diikuti dengan sesi analisis kritis terhadap konten digital yang tidak sehat.
Diskusi kelompok menghasilkan beragam rekomendasi strategis yang disepakati dalam komitmen bersama: membentuk ekosistem ruang digital yang sehat, ramah anak, dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
“Literasi digital adalah lini depan pertahanan kita di era post-truth dan serangan digital global,” tegas salah satu peserta dari Balmon Jayapura.
Pelatihan ini juga memperkuat pemahaman peserta terhadap peran mereka dalam menjaga ruang siber Indonesia.
Konten positif, kampanye berinternet sehat, serta penguatan pengawasan ruang digital menjadi agenda lanjutan yang diusulkan dalam forum ini.
Salah satu kelompok menyampaikan ide untuk membuat kampanye nasional “Digital Sehat untuk Indonesia Hebat” yang akan menggaungkan semangat bela negara dalam konteks digital di seluruh kanal media sosial resmi instansi.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dan dukungan dari fasilitator serta peserta lainnya.
Dalam pandangan Komdigi, kolaborasi dengan Badiklat Hukum Jawa Tengah ini merupakan bentuk nyata sinergi antarlembaga dalam membangun ketahanan nasional berbasis digital.
“Kita butuh SDM ASN yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga tangguh secara ideologi,” kata Annisa Nurul Aini, Koordinator Penyelenggara Pelatihan Dasar Komdigi.
Tak hanya itu, pelatihan ini juga diharapkan menjadi embrio dari pelatihan-pelatihan lanjutan yang lebih aplikatif dan lintas sektor nantinya, terutama dalam menyikapi tantangan kecerdasan buatan, deepfake, dan manipulasi informasi digital.
Dengan gaya pelatihan yang interaktif dan reflektif, kegiatan ini membuka ruang dialog antargenerasi ASN tentang masa depan bangsa di tengah revolusi digital.
Kesadaran bela negara kini tak lagi hanya di medan perang fisik, tetapi juga di medan komunikasi dan ruang digital.










