Kudus  

‎PSSI Dorong Kudus Jadi Sentra Kompetisi Sepak Bola Putri

‎DUEL: Tampak pemain All Stars Bandung dan Tangerang saling berebut bola di lapangan wilayah Desa Rendeng, Kudus pada Minggu (13/7/2025). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kesuksesan pelaksanaan Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars di Supersoccer Arena Kudus mendapat apresiasi dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Executive Committee (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono menyebut Kudus memiliki potensi besar sebagai pusat gelaran kompetisi sepak bola putri berjenjang di masa depan.

‎“Saya berharap turnamen seperti ini bisa terus berlanjut dan bahkan menjadi agenda rutin tahunan di Kudus. Wilayah ini punya fasilitas memadai, dukungan komunitas kuat, serta semangat pembinaan usia dini yang luar biasa,” ujar Vivin Minggu (13/7).

‎Pihaknya sangat mengapresiasi peran swasta dalam mendorong ekosistem sepak bola putri melalui ajang kompetitif yang terstruktur. Ia menekankan pentingnya kompetisi berjenjang agar bakat dari seluruh penjuru negeri, termasuk daerah-daerah kecil, bisa muncul dan berkembang.

‎“Kami berharap Hydroplus Piala Pertiwi bisa menjangkau lebih luas lagi, bukan hanya di Jawa, tapi juga daerah-daerah lain. Ini adalah cikal bakal dari lahirnya pemain-pemain nasional,” tuturnya.

‎Sementara itu, Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki atau Coach Mochi, juga memuji pelaksanaan turnamen. Ia menyebut banyak pemain muda yang menunjukkan potensi luar biasa, meski perlu pengembangan berkelanjutan.

‎“Mereka butuh tempat latihan dan pembinaan yang konsisten. Banyak dari mereka sudah punya naluri bermain bagus, tinggal dilatih lebih intens,” ucapnya.

‎Coach Mochi menyoroti pemain All Stars Sumatra Utara Fadilla, yang mencetak 10 gol sepanjang turnamen. Ia menyebut pemain bernomor punggung 11 itu memiliki insting tajam dan gaya bermain mencolok.

‎Disisi lain pada laga final mempertemukan All Stars Bandung dan All Stars Tangerang. Pertarungan berjalan ketat dan intens sejak peluit babak pertama dibunyikan. Bandung yang tampil dominan akhirnya memecah kebuntuan lewat gol indah Indira Fatima pada menit ke-59 melalui eksekusi tendangan bebas.

‎Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam laga tersebut dan memastikan All Stars Bandung menyabet gelar juara tanpa sekalipun menelan kekalahan.

‎“Kami bermain maksimal dan berjuang sampai akhir. Gol ini untuk tim,” pungkasnya. (adm/rds).