Kendal  

Poltekkes Kemenkes Semarang Gagas GEMITASI

FOTO BERSAMA: Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang membentuk Duta GEMITASI (Gemar Minum Tablet Besi) di Kelurahan Bandengan, Kabupaten Kendal, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Stunting masih menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Kendal. Berdasarkan catatan tahun 2023, kasus balita stunting masih ditemukan di Kelurahan Bandengan. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari solusi bersama, salah satunya melalui gerakan remaja siaga yang digagas Poltekkes Kemenkes Semarang.

Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Sri Setiasih, S.SiT., Bdn., M.Kes bersama anggota tim, yakni Titi Mursiti, S.SiT., Bdn., M.Kes, dan Ana Sundari, S.ST., Bdn., M.Keb., MPH, dan Anissa Nurlia Kusumaningtyas, S.MB, menghadirkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan membentuk Duta GEMITASI (Gemar Minum Tablet Besi) di Kelurahan Bandengan. Program ini sepenuhnya dibiayai Poltekkes Kemenkes Semarang serta melibatkan Karang Taruna, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa pendamping, yakni Patricia Dea Dwianasetya dan Fitri Rahmawati.

Ketua Pengabdi Sri Setiasih menyebut, salah satu faktor yang memperburuk kasus stunting adalah kurangnya asupan zat besi, khususnya pada remaja putri. Kekurangan zat besi atau anemia pada usia remaja tidak hanya menurunkan konsentrasi belajar dan menimbulkan rasa lelah. Tetapi juga berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yang rentan stunting.

“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus dibekali pengetahuan dan kebiasaan sehat sejak dini agar kelak mampu melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Duta GEMITASI dimulai dengan pemetaan kelompok remaja sasaran, penyusunan buku saku digital hingga edukasi bertahap. Edukasi dilakukan dengan cara penyampaian materi oleh Duta GEMITASI, dilanjutkan diskusi sebaya di tiap RW.

“Metode ini memungkinkan remaja saling bertukar pikiran, memperkuat pemahaman, sekaligus melatih diri menyampaikan pesan kesehatan kepada teman sebayanya,” tambahnya.

Selain itu, para remaja juga diajak aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten edukatif seputar pentingnya tablet besi, pencegahan anemia, serta upaya menekan angka stunting. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau lebih luas kalangan generasi muda.

Monitoring dan evaluasi program dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan. Dari pelaksanaan kegiatan, diperoleh sejumlah luaran nyata berupa penerbitan jurnal kesehatan, pembuatan leaflet, dokumentasi video hingga meningkatnya kesadaran remaja mengenai pentingnya konsumsi tablet Fe.

Melalui program ini, Kelurahan Bandengan diharapkan mampu menjadi contoh gerakan remaja siaga yang berkontribusi menciptakan generasi sehat, produktif, dan terbebas dari stunting. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat dengan dampak langsung bagi masyarakat. (luk/adf)